Bandung Jadi Tuan Rumah Peringatan KAA, Ini yang Bikin Ridwan Kamil Nervous

by -5 views

emilKota Bandung akan dijadikan tempat penyelenggaraan peringatan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) yang ke-60. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan menggelar pesta rakyat saat perhelatan akbar tersebut.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Bandung dipastikan siap menyelenggarakan peringatan KAA. Sejumlah perbaikan infrastruktur pun saat ini tengah dikebut. Namun Bandung masih ‘grogi’ terkait soal keamanan.

“Bandung lebih nervous karena akan ada acara jalan kaki para kepala negara dari Hotel Huffman ke Gedung Merdeka, dari Gedung Merdeka ke Mesjid Raya, karena ada salat Jumat. Makanya dliburkan karena faktor VIP security, jadi agak berat,” kata Ridwan Kamil usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2/2015).

Untuk itu, Pemkot Bandung akan meliburkan hari saat peringatan KAA berlangsung. Tak hanya itu, pihaknya pun akan menggelar pesat rakyat yang melibatkan peran aktif masyarakat.

“Bandung sudah siap, lagi perbaikan infrastruktur. Di Bandung akan dijadikan pesta rakyat, jadi RT RW merayakan Asia Afrika yang datangnya 10 tahun sekali,” kata pria berkacama ini.

Tak hanya itu, ribuan anak muda juga dilibatkan. Bahkan ribuan anak muda Bandung sudah mendaftarkan diri menjadi relawan.

“Yang sudah daftar relawan untuk acara ini sudah 7.000 orang. Jadi kalau orang Bandung diajak gotong royong, bikin komunitas, itu paling luar biasa. Saya bikin Twitter account-nya dua malam udah 3 ribu yang ingin jadi relawan,” katanya.
Ribuan anak muda itu pun akan dilibatkan menjadi panitia. “Kebanyakan akan jadi LO, karena yang datang bukan hanya VIP. Wartawan saja yang datang dihitung sudah lebih dari 1.000. Belum lagi delegasi lain, kali ada bawa keluarga juga,” katanya.

Lalu bagaiman soal anggaran?

Emil mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan Rp 10 miliar dari APBD Pemkot Bandung. Namun, masih tetap butuh suntikan dana dari pemerintah pusat. Terlebih acara internasional ini merupakan hajatan dari pemerintah pusat.

“Tadi saya bilang ke Presiden, mohon didukung acara di sana, karena ini acara pusat yang ada di Bandung, bukan acara pemkot. Dana dari pusat. Kita ada dari APBD kita hampir Rp 10 miliar untuk urusan ini. Saya dengar total hampir Rp 200 miliar. Itu total di Kementerian Luar negeri, karena harus bayarin tiket, nginap, dan lain-lain. Kalau Bandung mah minta Rp 20 (miliar) aja,” katanya.

(Detik.com)