Batu Akik Berlalu, Kini Trennya Gelang dari Akar Bahar

by -23 views

akar baharAksesori dari akar bahar, dalam bentuk gelang maupun cincin, bukanlah hal baru. Namun, sejak muncul di Ternate, Maluku Utara, aksesori dari akar bahar mengundang perhatian warga khususnya para kolektor.

Awalnya, tidak banyak orang yang mengetahuinya. Seiring dengan banyaknya pengguna aksesori dari akar bahar, kini banyak warga mengincarnya.

Di Ternate, aksesori dari akar bahar dijual berdampingan dengan batu bacan maupun batu obi. Namun, lapak penjual akar bahar terlihat selalu ramai pengunjung dibanding lapak para penjual jenis batu akik tersebut.

Ivan, salah satu pedagang akar bahar, mengaku, dalam sehari, dia dapat meraup keuntungan Rp 1 hingga Rp 3 juta.

“Fluktuatif Bang, kadang hanya Rp 1 juta, tapi juga hingga Rp 3 juta,” katanya ketika ditemui, Selasa (26/5/2015).

akar 2

Ada yang beli dalam bentuk tangkai maupun yang sudah jadi. Ivan membanderol satu gelang mulai harga Rp 100.000 hingga Rp 300.000 tergantung ketebalannya. Sementara itu, cincin dijualnya sekitar Rp 10.000 saja.

Pembeli, lanjutnya, bisa langsung membeli aksesori jadi atau memesan sesuai selera. Uniknya, pembeli tinggal tunggu sebentar, aksesori yang diminta langsung jadi karena prosesnya hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk membuat gelang, misalnya.

“Prosesnya tergantung ukuran, semakin besar maka semakin lama begitu sebaliknya,” ujar Ivan.

Demografi pembeli, lanjutnya, juga bervariasi, mulai anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki maupun wanita.

Menurut Ivan, tidak hanya bentuknya yang indah di pergelangan tangan yang membuat orang tertarik, namun kandungannya yang dapat menyerap racun dari dalam tubuh serta dipercaya menangkal ilmu hitam menjadi alasan aksesori dari akar bahar banyak diburu.

“Banyak orang tua dulu pakai ini, hanya dulu kan susah carinya. Katanya ini bisa menangkal ilmu hitam, makanya tidak sedikit orangtua yang pesan untuk anak mereka yang masih usia balita,” ujar Ivan.

Akar bahar ini, lanjutnya, diambil dari laut kedalaman mulai 7 meter di perairan Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur. Di sana ada beberapa jenis akar bahar, mulai warna hitam, putih dan merah.

“Tapi yang banyak diminati warna merah,” tambahnya.

(Kompas)