Setiap Hari Jadi Purwakarta, Setahun Sekali Kereta Kencana Ini Dipakai

by -9 views

kereta kencanaDi Gedung Negara, empat kereta kencana diparkir di teras gedung itu. Dua diantaranya cukup fenomenal, kereta kencana dengan tempat duduk tertutup dan dibagian atas luarnya terdapat mahkota raja dinamai Ki Jaga Raksa.
Kemudian satu kereta kencana lagi dinamai Nyi Mas Melati. Semua kereta kencana itu sendiri terbuat dari kayu jati, hanya bagian shock breaker dan bagian batang roda yang terbuat dari baja.
Otomatis, empat kereta kencana itu memiliki beban yang berat. Setiap hari, sejumlah PNS di bagian umum membersihkannya dari debu. Selain itu, mereka menyimpan semacam dupa di bagian bawah kereta.
“Ini cuma dipakai setahun sekali saat hari jadi Purwakarta,” ujar seorang PNS di bagian umum yang enggan disebutkan namannya, Rabu (27/5).
Saat ditemui Tribun, ia dan tiga rekan lainnya tengah membersihkan empat kereta kencana tersebut. Ia pun sempat mengisahkan berbagai pengalamannya membersihkan kereta itu.
Suatu hari, ia membersihkan kereta Ki Jaga Raksa. Namun, ia luipa tidak menyalakan dupa di bagian bawah kereta. Ia membersihkan kereta hingga menaiki kereta di bagian atas yang terdapat ukiran kayu jati membentuk mahkota raja.

“Saat saya berada di bagian paling atas kereta, tiba-tiba saja ada yang mendorong hingga saya jatuh terbanting, padahal saat itu tidak ada siapa-siapa. Lalu saya cerita sama orang dan ternyata memang saat itu saya lupa memberi dupa,” ujarnya.
Kereta kencana itu sendiri kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dibawa dari Keraton Solo pada 1998 dan dipakai sekali dalam setahun saat peringatan hari jadi Purwakarta.
“Yang mindahin kereta ke jalan raya ini bukan orang sembarangan, butuh empat orang atlet angkat besi untuk menurunkan kereta dari halaman gedung negara sampai ke bawah. Itu karena berat. Dan biasanya ini dipakai saat peringatan hari jadi Pemkab Purwakarta,” ujarnya.
Soal penamaan dua nama itu, kata dia, karena dua kereta itu paling fenomenal. “Setahu saya karena yang mendiami kereta itu ada Ki Jaga Raksa dan Nyi Mas Melati dan pada hari-hari tertentu disimpan semacam sesajen di bawahnya,” ujarnya.

(Tribunjabar)