Bahayakan Pengguna Jalan, Balapan Liar Jadi Tradisi Ngabuburit

by -7 views

Balapan_LiarAksi puluhan pembalap liar di Jalan Raya Alternatif Cikeas – Cimanggis menuju akses tol Cimanggis di Kampung Tlajung, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sudah sangat meresahkan warga terutama pengguna jalan.

Dalam aksi balapan yang dilakukan setiap menjelang buka puasa (ngabuburit), mereka sampai menghentikan penguna jalan lain terutama mobil agar tidak tergangu saat trek-trekan yang dilakukan kawanan muda mudi ini.

Kegiatan balapan liar yang menyedot banyak pengunjung ini sudah sangat mengkhawatirkan. Disaat ramainya arus kendaraan para pembalap liar seperti berkuasa di jalur ini untuk memuluskan aksi mereka. Kendaraan lain mereka hentikan baik dari arah Cikeas menuju Cimanggis ataupun sebaliknya saat pulang kerja .

“Waduh ini keterlaluan mana saya buru-buru mau pulang maksud tujuan saya ngambil jalur sini karna ingin cepat sampai rumah, eh malah ada aksi konyol balapan liar. Dan lebih konyolnya lagi segala menghentikan penguna jalan lain. Ini sudah keterlaluan,” ujar Aji kepada heibogor.com, Senin (22/06/15).

Hal yang sama disampaikan Khodijah (40) warga sekitar, menurutnya aksi tersebut terjadi setiap hari dari awal puasa hingga saat ini. Selain menganggu dengan knalpit bsisingnya, mereka juga menganggu pengguna jalan lainnya.

“Ya begitulah pak mereka hampir setiap hari menjelang buka puasa. Mereka melakukan aksi ini. Sudah berisik oleh kenalpot yang bising dan sudah tentu mengganggu kendaraan yang lewat. Polisi yang bubarin itu sering tapi susah kalau ada polisi saja mereka bubar ya polisinya pergi mereka balik lagi,” kata Khodijah.

Sementara itu menurut pengakuan pembalap liar, Iwan (19), hal ini dianggapnya sebagai hiburan gratis sambil menunggu buka puasa. “Sambil ngabuburit nonton kita kita unjuk kebolehan kalau di sentul kan harus bayar,” katanya.

Iwan mengaku untuk penutupan kendaraan lain dilakukan saat star saja, setelah jalan kembali dibuka. Apabila ada patroli polisi yang membubarkan mereka telah menganggapnya hal biasa. “Ya itu sudah biasa tinggal sebisa-bisa kita untuk cabut kabur,” katanya penuh semangat.

(Heibogor)