Pembunuh Angeline Layak Dihukum Mati

by -4 views

angelineAngeline ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali, kemarin siang. Penemuan jasad bocah 8 tahun itu sekaligus menjawab teka-teki keberadaannya karena sejak tiga pekan lalu ia dilaporkan hilang.

Angeline selama ini diasuh oleh keluarga angkatnya. Ibu angkatnya bernama Margaretha (55), kini dalam pemeriksaan petugas karena diduga terlibat dalam kematian putri angkatnya itu. Selama berada di rumah keluarga angkatnya, Angeline juga dikabarkan mengalami kekerasan fisik.

Berangkat dari peristiwa tragis yang menimpa Angeline, Ketua Bidang Pelayanan Penegakan Hukum dan Pendampingan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah akan melakukan banyak hak untuk keluarga kandung Angeline dalam menyelesaikan kasus itu.

“Akan banyak yang saya lakukan untuk mereka (keluarga Angeline), yang terpenting sekarang adalah menenangkan keluarga anggelina dulu,” ujar Ipung -sapaan Siti Sapurah- saat berbincang dengan Okezone.

Selain menenangkan pihak keluarga, lanjut Ipung, pihaknya juga akan mengupayakan langkah hukum bagi pembunuh siswi yang baru kelas dua SD itu. Bahkan Ipung tak segan menuntut pelaku dihukum mati atas perbuatannya tersebut.

“Langkah hukum tetap akan kami lakukan untuk kasus itu, karena kasus itu tragis ya, kalau bisa hukuman mati, karena ini telah terlalu sadis dan lama,” pungkasnya.

Atas kematian Angeline, polisi telah menetapkan satu orang tersangka yakni Agus yang merupakan pembantu merangkap satpam di rumah keluarga angkat Angeline. Selain mengakui telah membunuh Angeline, Agus juga mengaku memerkosa bocah tersebut.

Sementara itu, ibu angkat Angeline, Margareta, yang diduga terlibat dalam kematian putri angkatnya itu, masih berstatus sebagai saksi. Polisi mengaku belum menemukan keterkaitan pembunuhan Angeline dengan Margareta.

(okezone)