Pesta Makanan Muslim di Pasar Malam Xi’an

by -4 views

0431417fira-Pasar-malam-Xian-berada-dikawasan-muslim-yang-kebanyakan-berasal-dari-suku-HuiPasar malam Xi’an adalah kawasan jajanan atau street food makanan khas Tiongkok yang halal. Jadi dijamin tanpa mengandung Babi. Selain enak rasanya harganya juga ramah dikantong. Tempat yang asyik untuk melewatkan malam di kota Xi’an.

Mulai pukul 6 sore, wilayah komunitas Muslim di Xi’an ini mulai dipadati pengunjung, baik penduduk lokal maupun mancanegara. Makin malam makin padat. Berjalan pun sulit sampai harus berdesakan. Keramaian ini bukan hanya saat malam Minggu, malam hari libur, ataupun musim liburan, tetapi terjadi hampir di setiap malam. Walau hari sudah gelap dan diwarnai rintikan hujan kecil namun tetap saja pasar malam Xi’an ini ramai.

Pasar malam Xi’an memang sudah terkenal di kalangan pelancong dunia sebagai pasarnya makanan halal atau makanan Muslim di kota ini. Jadi jangan khawatir, segala macam makanan di sini dijamin tidak mengandung babi.

Para penduduk Muslim di Xi’an berasal dari suku atau rakyat Hui yang sampai saat ini mayoritas beragama Islam. Berdasarkan literatur yang ada, rakyat Hui mulai dipengaruhi budaya Islam pada masa Dinasti Han pada tahun 960 silam.

Keislaman mereka, baik agama maupun budaya, berasal dari aktivitas jalur sutra atau Silk Road. Tepatnya dari pedagang asal Arab dan Persia. Banyak para pendatang Arab dan Persia yang menikah dengan perempuan lokal pada masa itu. Makanya tak heran rakyat Hui, termasuk Uyghur, walau bukan Muslim namun budayanya banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Tak terkecuali makanannya.

Saat KompasTravel melancong ke Xi’an memang terasa bahwa makanan di kota Xi’an jarang yang mengandung babi. Di kota ini juga lebih mudah menemukan restoran Muslim dibanding kota Beijing yang sarat dengan makanan mengandung Babi. Jadi, kota Xi’an lebih aman bagi pelancong muslim.

Menu makanan di pasar malam Xi’an adalah makanan Tiongkok pada umumnya yaitu mi dan dumpling atau pangsit yang dimasak ala dimsum. Lainnya adalah roti atau bisa juga disebut sandwich. Makanan favorit di pasar malam ini adalah satai domba. Dagingnya terlihat segar dan dibakar langsung di tempat.

Keunikannya adalah pada bumbunya. Di tempat ini, makanan-makanan kaya akan rempah yang lazim dipakai pada kuliner khas Timur Tengah dan sekitarnya. Banyak makanan yang mengingatkan KompasTravel pada kebab di Turki, roti ala Libanon, dan kuah kari ala jazirah Arab. Bahkan kuah mi berbau rempah ala Arab yaitu menggunakan kapulaga dan jinten.

Keislaman mereka, baik agama maupun budaya, berasal dari aktivitas jalur sutra atau Silk Road. Tepatnya dari pedagang asal Arab dan Persia. Banyak para pendatang Arab dan Persia yang menikah dengan perempuan lokal pada masa itu. Makanya tak heran rakyat Hui, termasuk Uyghur, walau bukan Muslim namun budayanya banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Tak terkecuali makanannya.

Saat KompasTravel melancong ke Xi’an memang terasa bahwa makanan di kota Xi’an jarang yang mengandung babi. Di kota ini juga lebih mudah menemukan restoran Muslim dibanding kota Beijing yang sarat dengan makanan mengandung Babi. Jadi, kota Xi’an lebih aman bagi pelancong muslim.

Menu makanan di pasar malam Xi’an adalah makanan Tiongkok pada umumnya yaitu mi dan dumpling atau pangsit yang dimasak ala dimsum. Lainnya adalah roti atau bisa juga disebut sandwich. Makanan favorit di pasar malam ini adalah satai domba. Dagingnya terlihat segar dan dibakar langsung di tempat.

Keunikannya adalah pada bumbunya. Di tempat ini, makanan-makanan kaya akan rempah yang lazim dipakai pada kuliner khas Timur Tengah dan sekitarnya. Banyak makanan yang mengingatkan KompasTravel pada kebab di Turki, roti ala Libanon, dan kuah kari ala jazirah Arab. Bahkan kuah mi berbau rempah ala Arab yaitu menggunakan kapulaga dan jinten.

(kompas.com)