Bandung Sebagai Kota Musik Segera Dideklarasikan

by -15 views

musikDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung bersama Bandung Music Tourism (BMT) menggelar sarasehan di Hotel Ibis Budget Style, Jalan Asia Afrika, Senin (14/9). Sarasehan itu merupakan kegiatan untuk menyongsong konferensi Bandung sebagai kota musik yang rencananya akan diselenggarakan akhir tahun nanti.
Kasi Kesenian Disbudpar Kota Bandung, Rendra Karjawan, mengatakan, dasar kegiatan sarasehan tersebut, yaitu perda No 5 tahun 2012 tentang pelestarian seni dan tradisi itu awalnya. Namun seiring berkembangnya zaman, kesenian di Kota Bandung juga ikut berkembang.
“Tidak hanya kesenian tradisional tapi kesenian kontemporer juga tumbuh kembang khususnya yang modern. Keduanya sudah menjadi potret Kota Bandung sehingga kami punya tanggungjawab dn tugas untuk memfasilitasi yang kesenian yang hidup,” ujar Rendra kepada Tribun.
Rendra menambahkan, gagasan konferensi Bandung sebagai kota musik juga merupakan amanat Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Emil, sapaan akrab walikota, menginginkan Kota Bandung kembali menjadi barometer musik.
“Kalau bisa nanti 2016 segera dideklarasikan. November nanti kita gelar konferensi dulu untuk mengakomodir semua ide dan aspirasi musisi dan budayawan yang setuju mengembalikan Bandung sebagai kota musik,” ujar Rendra.
Selain menggelar sarasehan dan konferensi, Rendra mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pendataan jumlah musisi dan grup musik di Kota Bandung. Menurutnya, hal itu sangat penting terutama untuk membuat kebijakan kedepan.
“Pa walikota juga berharap ada keakuratan datan baik musisi tradisional dan kontemporer modern. Sampai akhir 2014, kesenian tradisional yang sudah terdata berjumlah 565 komunitas. Sedangkan grup musik tercatat ada 200 band yang terdiri dari beberapa genre,” ujar Rendra.

Rendra menyebut, tak menutup kemungkinan jumlah data terus akan terus bertambah melihat tingginya minat generasi muda dalam kesenian baik tradisional, kontemporer, dan modern. Itu sebabnya pendataan yang dilakukan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Di samping itu gagasan Bandung sebagai kota musik bukan bersifat dadakan atau berlangsung sekali saja.
“Kami juga berharap Bandung menjadi ikon juga di mana kehidupan bereksepresi diberi ruang dan tempat. Apakah di ruang publik atau di tempat lainnya. Selain itu, ada kejelasan mengenai industrinya, aturannya, dan lainnya. Yang jelas nanti ada kewajiban para pemusik dan apresiasi yang diberikan kepada mereka,” ujar Rendra.
Rendra menambahkan, dijadikannya Bandung sebagai kota musik juga akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para seniman. Diakuinya jika selama ini Kota Bandung menelurkan seniman andal. Namun mereka lebih tumbuh subur di luar Kota Bandung.
“Dikadikannya Bandung sebagai kota musik juga harus menjangkau prestasi para seniman secara nasional. Termasuk juga ke luar negeri. Insya allah pemerintah sendiri siap memfasilitasi dan mendukung para seniman untuk berkiprah di luar negeri. Termasuk hak ciptanya agar. Itu bagian program kami,” ujar Rendra.

(Tribunnews)