PESONA CURUG CIMARINJUNG BAYAR RASA LELAH

by -11 views

curugGEOPARK Ciletuh di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Geopark Ciletuh memiliki air terjun atau curug yang tak kalah mempesona dengan curug di tempat lain.

GEOPARK Ciletuh memiliki kurang lebih sembilan air terjun atau curug, yakni Curug Awang, Curug Tengah, Curug Puncak Manik, Curug Cikanteh, Curug Ngelai, Curug Sodong, Curug Dogdog, Curug Nyelempet dan Curug Cimarinjung.
Salah satu yang mempesona ialah Curug Cimarinjung yang berada di Desa Ciemas, beberapa kilometer dari pesisir Pantai Palangpang. Saat pengunjung masuk ke kawasan Desa Ciemas, curug itu sudah bisa terlihat. Suasana pedesaan alami terasa tatkala di sisi kiri dan kanan hamparan sawah membentang luas. Apalagi, lokasi tersebut merupakan saluran irigasi persawahan.
Sebongkah batu raksasa menjadi gerbang masuk menuju Curug Cimarinjung. Dari batu itulah, untuk mencapai ke Curug Cimarinjung, pengunjung diharuskan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sepanjang kurang lebih 400 meter.
Namun, menyusuri jalan setapak sepanjang itu tak akan membuat bosan. Sebab, pemandangan Teluk Ciletuh dan Samudra Hindia tampak jelas dari jalan setapak itu. Birunya lautan memanjakan mata setiap orang yang berjalan menuju Curug Cimarinjung.
Rasa lelah pun tak terasa. Sebab, selama perjalanan, suara jatuhnya air terdengar. Suara yang tentu berasal dari Curug Cimarinjung mengiringi perjalanan menuju ke tempat lokasi. Derasnya suara membuat siapa pun tak sabar untuk melihat.
Rasa lelah berjalan pun akan terbayarkan saat kita tiba di lokasi Curug Cimarinjung. Curug dengan ketinggian kurang lebih 40 meter yang mengaliri Sungai Ciemas ini terlihat eksotis saat menjatuhkan air aliran sungai ke dasar.
Yang membuat Curug Cimarinjung ini lebih mempesona ialah tebing-tebing batuannya sangat menakjubkan. Tebing berwarna merah kecokelatan ditambah tumbuhan hijau yang menempel di tebing membuat Curug Cimarinjung kian indah.
Tak hanya itu, lokasi Curug Cimarinjung pun makin indah dengan adanya dua bongkah batu besar yang mengapit aliran air sebelum turun ke bawah. Selain itu di seberang aliran air Curug Cimarinjung terdapat sebatang pohon besar. Sekilas, pohon itu tampak seperti pohon bonsai tapi dengan ukuran jauh lebih besar.
Kawasan objek wisata Curug Cimarinjung sendiri dikelola warga sekitar. Salah seorang pengurus yang juga warga sekitar, Hamdan (56) mengatakan, curug ini sudah ada sejak dahulu. Memang, kata dia, belum banyak yang tahu dan wisatawan pun tak banyak yang mengunjungi. Karena itu, curug ini hanya menjadi tujuan wisata warga setempat. ”Tapi sekarang karena sudah ramai, pengunjungnya satu bulan bisa mencapai 200 orang lebih,” katanya.
Di lokasi ini, memang tak ada penginapan bagi wisatawan. Namun, kata Hamdan, rumah-rumah warga siap untuk disewa bagi rombongan wisatawan yang akan mengunjungi Curug Cimarinjung. ”Biasanya ada juga yang bawa tenda sendiri. Kalau makan, paling warga di sini masak, tapi seadanya,” katanya.

(Metropolitan.id)