Penerbangan ke China Dihentikan Sementara, Menhub Minta Maskapai Beri Kompensasi

by -18 views

Pemerintah RI akan menunda sementara seluruh penerbangan dari dan menuju China mulai Rabu (5/2/2020) akibat merebaknya virus corona.

Menyusul hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju China memberikan kompensansi kepada penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.

“Artinya kita minta kepada maskapai memberikan suatu jalan keluar berkaitan dengan tiket-tiket yang sudah dipesan,” kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Budi melanjutkan, maskapai diharapkan bisa mengembalikan uang tiket yang telah dipesan atau mengalihkan rute ke penerbangan lainnya.

“Kalau berkait dengan kemana ada dua tempat yang mungkin mereka akan tuju, paling masif adalah ke Asia Barat, kita tahu India, Pakistan, Nepal relatif belum punya suatu konektivitas maksimal,” jelas Budi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengumunkan akan menunda penerbangan dari dan menuju semua destinasi di China hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Penundaan ini berlaku mulai hari Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, dan tidak termasuk untuk rute Hong Kong dan Makau.

“Penundaan sementara ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Minggu (2/2/2020).

Melalui keputusan ini, jelas Menhub, semua maskapai penerbangan Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari atau ke seluruh destinasi di China.

Demikian pula maskapai penerbangan asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

Saat ini tercatat lima maskapai nasional yang mengoperasikan penerbangan ke RRT yaitu: Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air dan Sriwijaya Air.

(Tribunnews.com)