Sekolah Swasta di Bekasi Hanya Mendapat 3 Siswa untuk Tahun Ajaran Baru
SMP Persada Bhakti yang berlokasi di Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, mengalami penurunan jumlah siswa secara signifikan pada tahun ajaran baru 2025/2026. Sekolah ini hanya menerima sebanyak 3 siswa untuk masuk ke kelas VII. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Persada Bhakti, Ai Suratna Sari, saat ditemui di lokasi sekolah.
Menurut Ai, sebelum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), terdapat 10 calon siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut. Namun, hingga akhirnya MPLS dimulai, hanya 3 siswa yang resmi mendaftar. Ai mengaku tidak tahu pasti alasan mengapa 7 siswa lainnya tidak jadi mendaftar. Ia menyatakan bahwa hal ini sepenuhnya kembali kepada orang tua siswa.
Saat ini, total jumlah siswa di SMP Persada Bhakti mencapai 27 orang. Rinciannya adalah 3 siswa di kelas VII, 12 siswa di kelas VIII, dan 12 siswa di kelas IX. Penurunan jumlah siswa ini telah terjadi sejak beberapa tahun lalu, terutama setelah wabah pandemi COVID-19 melanda pada 2020. Menurut Ai, angka yang tercatat saat ini merupakan yang paling drastis dalam sejarah sekolah.
Meski jumlah siswa sedikit, sistem pembelajaran tetap berjalan seperti biasanya. Ai menjelaskan bahwa karena jumlah siswa hanya 3 orang, proses pembelajaran menjadi lebih personal dan mudah dikontrol. Ia menegaskan bahwa guru-guru lebih fokus dalam memberikan pengajaran kepada ketiga siswa tersebut.
Sekolah ini tetap menjalankan pembelajaran dari Senin hingga Jumat. Meskipun demikian, Ai berharap pemerintah daerah dan dinas pendidikan dapat memperhatikan sekolah-sekolah swasta, terutama dalam hal pemerataan kesempatan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.
Tanggapan Dinas Pendidikan Kota Bekasi
Alexander Zulkarnaen, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, juga merespons kondisi SMP Persada Bhakti yang hanya menerima 3 siswa. Menurutnya, situasi ini tak lepas dari persaingan yang sangat ketat antar sekolah swasta. Alexander menegaskan bahwa hal ini adalah konsekuensi dari persaingan yang ada.
Ia mengatakan bahwa sebagai mantan kepala sekolah swasta, ia memahami bahwa sekolah swasta harus memiliki keunggulan agar bisa diperhatikan oleh masyarakat. “Jika tidak memiliki keunggulan, maka sekolah swasta akan diabaikan,” ujarnya.
Selain itu, Alexander menyarankan agar baik sekolah negeri maupun swasta terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini mencakup fasilitas, mutu pengajaran, serta pengembangan akademik. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk meningkatkan standar pendidikan di Kota Bekasi.







