Mensos Perhatikan Kebersihan Toilet Sekolah di Cirebon, Kepsek Sebut Akibat Kebiasaan Siswa

by -
by
Mensos Perhatikan Kebersihan Toilet Sekolah di Cirebon, Kepsek Sebut Akibat Kebiasaan Siswa

JABARMEDIA – Kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, ke Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kota Cirebon, Rabu (13/8/2025) pagi, meninggalkan catatan khusus terkait fasilitas toilet.

Gus Ipul, panggilan akrabnya, saat mengunjungi asrama hingga ruang kelas, menilai terdapat beberapa titik fasilitas yang perlu diperbaiki.

Salah satu contohnya adalah toilet yang menurutnya belum menjaga kebersihannya.

Beberapa bagian di sini memang masih perlu diperbaiki terkait fasilitas dan infrastruktur, seperti penambahan pagar, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan.

“SDM untuk layanan kebersihan masih perlu ditambahkan, dan ini terus berlangsung,” kata Gus Ipul, Rabu (13/8/2025).

Merespons hal tersebut, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kota Cirebon, Khaerunisa, tidak membantah bahwa toilet masih menjadi masalah besar.

Ia mengatakan kebiasaan siswa yang belum terbiasa hidup bersih menjadi salah satu faktor penyebab.

Memang kebetulan jika anak itu belum terbiasa hidup bersih.

Contohnya, ketika sepatu atau sandalnya kotor, namun tetap masuk ke area toilet tanpa dilepas terlebih dahulu, sehingga banyak tanah yang terbawa.

Baca Juga:  Jalan Kopo Sayati Terendam Banjir

“Beberapa orang juga lupa mengembalikan baju yang telah dipakai,” kata Khaerunisa.

Meski demikian, pihak sekolah secara teratur mengadakan kegiatan pembersihan setiap akhir pekan.

“Setiap hari Minggu diadakan kegiatan gotong royong, anak-anak membersihkan seluruh toilet, asrama, dan ruang kelas,” ujarnya.

Khaerunisa juga mengungkapkan, saat ini sekolah telah beroperasi selama sebulan sejak dibuka pada 14 Juli 2025, namun perkembangan para siswa tergolong cepat.

“Mereka biasanya tidur pukul 23.00 atau tengah malam, sekarang sudah mulai pukul 21.00 malam,” katanya.

Mengenai jumlah siswa, saat ini Sekolah Rakyat Cirebon memiliki 75 murid, yang terdiri dari 32 siswa SD dan sisanya berada di SMP.

Tujuannya, angka tersebut dapat kembali mencapai 100 siswa.

Kami kembali menghubungi orang tua. Selain itu, mungkin akan dicari penggantinya oleh PKH.

“Jika kami hanya membantu menerima siswa-siswa tersebut,” katanya.

Untuk menghindari anak-anak merasa rindu berlebihan terhadap orang tua atau mengalami rasa kangen rumah, pihak sekolah membatasi kedatangan keluarga.

“Kami membatasi kegiatan mengunjungi orang tua dua minggu sekali, karena jika sudah bertemu orang tua, anak ini kembali merasa rindu rumah,” kata Khaerunisa.

Baca Juga:  AS Adalah Akar Permasalahan dari Segala Konflik di Afghanistan

Gus Ipul secara tegas menyatakan, pihaknya akan memperbaiki kekurangan yang ada secara bertahap dan mengajak pemerintah daerah untuk turut serta berkontribusi.

“Intinya adalah kolaborasi, semua pihak perlu terlibat,” jelas Gus Ipul.

Sekolah Rakyat Cirebon yang terletak di Jalan Pronggol Nomor 19, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk menerapkan sistem sekolah asrama, dengan fasilitas asrama yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan, ruang guru, perpustakaan, laboratorium sains, dapur umum, serta 13 pengajar yang siap membimbing siswa.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.