Latihan Perang Hutan untuk Membentuk Prajurit Komando yang Tangguh
Siswa Komando angkatan ke-49 Skadik 802 Wingdik 800/Pasgat menjalani latihan How to Fight (HTF) di Hutan Balegede, Cianjur, Jawa Barat. Latihan ini menjadi bagian penting dalam pendidikan pertempuran gunung hutan yang bertujuan untuk menguji ketangguhan fisik, mental, dan naluri tempur para siswa.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Yosafat Soelya selaku Danwingdik 800/Pasgat bersama Ones Ucu Bonay sebagai Danskadik 802, pada Sabtu (16/5/2026). Berikut adalah beberapa poin utama dari latihan HTF:
Tempuh Medan Berat sejauh 12 Kilometer
Dalam latihan HTF, para siswa harus menempuh lintasan sepanjang 12 kilometer di medan hutan dengan berbagai rintangan tempur. Sejumlah materi yang dihadapi antara lain jaring pendarat, lempar granat, titian dua tali, peluncuran, rayap tambang, dopper, hingga lempar pisau.
Latihan tersebut menjadi materi inti dalam tahap pendidikan pertempuran gunung hutan. Selain mengasah kemampuan bertarung, para siswa juga dituntut memiliki fokus tinggi, ketepatan bertindak, dan daya tahan mental saat menghadapi medan berat. Menurut pihak Wingdik 800/Pasgat, latihan dirancang realistis agar siswa terbiasa menghadapi tantangan yang berpotensi ditemui dalam operasi mendatang.
Tidak Ada Ruang untuk Menyerah
Yosafat Soelya mengatakan, latihan HTF menjadi ujian sesungguhnya bagi calon prajurit Komando Pasgat. “HTF ini adalah ujian sesungguhnya. Di sinilah mental baja, ketahanan fisik, dan naluri tempur diasah. Tidak ada ruang untuk ragu apalagi menyerah,” kata dia.
Dia menekankan bahwa pembentukan karakter menjadi tujuan utama dalam latihan tersebut. Menurut Yosafat, prajurit Komando dituntut memiliki militansi tinggi dan profesionalisme dalam setiap penugasan. Hal ini mencerminkan komitmen untuk membentuk prajurit yang tangguh dan siap menghadapi segala tantangan di lapangan.
Latihan Disusun Realistis Hadapi Operasi
Sementara itu, Danskadik 802 menjelaskan seluruh rangkaian latihan disusun menyerupai kondisi operasi nyata di lapangan. Dengan skenario tersebut, siswa diharapkan memiliki kesiapan tempur yang matang ketika menghadapi berbagai penugasan di masa depan, khususnya di medan gunung dan hutan yang penuh tantangan.
Latihan HTF sendiri menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan Komando Pasgat untuk membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai situasi operasi. Dengan latihan intensif seperti ini, para siswa diharapkan mampu menghadapi tekanan fisik dan mental serta meningkatkan kemampuan bertahan hidup di lingkungan alam yang sulit.
Kesimpulan
Melalui latihan HTF, siswa Komando Pasgat tidak hanya melatih kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga membangun karakter dan semangat juang yang kuat. Proses ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi prajurit yang siap menghadapi tantangan di lapangan. Dengan pendekatan realistis dan penuh tantangan, latihan ini memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan karier militer yang sukses.









