Gempa M4,6 di Pangandaran Dirasakan Warga Pantai Saat Shalat Subuh

by -
by
Gempa M4,6 di Pangandaran Dirasakan Warga Pantai Saat Shalat Subuh

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran

Pada hari Rabu, 21 Mei 2026, sekitar pukul 04.04 WIB, wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,6. Guncangan tersebut terjadi menjelang waktu subuh dan dirasakan oleh sejumlah warga, terutama di kawasan pesisir pantai.

Beberapa warga mengaku merasakan getaran singkat namun cukup mengejutkan saat sedang beraktivitas. Salah satu warga, Ujang Sohib (35), mengatakan bahwa ia merasakan gempa saat hendak melaksanakan salat subuh.

“Mau salat subuh, terasa oyag kang,” ujar Ujang melalui pesan WhatsApp pada Kamis pagi.

Menurutnya, meskipun guncangan tidak berlangsung lama, namun cukup membuat warga terkejut. “Getarannya sebentar, tapi lumayan bikin kaget,” katanya.

Namun, tidak semua warga merasakan gempa tersebut. Diana (32), seorang warga Kecamatan Padaherang, mengaku tidak mengetahui adanya gempa yang terjadi dini hari itu.

“Enggak terasa ada gempa, malah enggak tahu kalau ada gempa. Padahal jam 4 subuh mah saya sudah bangun,” ucap Diana.

Informasi dari BMKG

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.04.56 WIB dengan magnitudo 4,6. Pusat gempa berada di koordinat 8.34 Lintang Selatan dan 108.25 Bujur Timur, atau sekitar 76 kilometer selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 23 kilometer.

Baca Juga:  Wabup Garut Temukan Warga Miskin Tidak Terima Bantuan, Ini Penyebabnya

BMKG menyampaikan bahwa informasi awal ini didasarkan pada kecepatan dalam penyampaian data. Oleh karena itu, data dapat berubah seiring proses pemutakhiran yang lebih lengkap.

Dampak Gempa

Meskipun gempa tidak menimbulkan kerusakan signifikan, beberapa warga tetap merasa khawatir. Mereka memperhatikan kondisi lingkungan sekitar setelah gempa terjadi, terutama di daerah pesisir yang rentan terhadap gempa dan tsunami.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait. Hal ini penting agar bisa segera mengambil tindakan jika diperlukan.

Kesimpulan

Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 yang terjadi di Pangandaran menjadi peringatan bagi masyarakat setempat untuk tetap siaga. Meskipun dampaknya tidak besar, kejadian ini menunjukkan bahwa wilayah ini masih berpotensi mengalami aktivitas seismik.

Warga diminta untuk tetap mendengarkan informasi resmi dan tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang belum tentu akurat. Dengan kesadaran dan kesiapan yang baik, masyarakat dapat menghadapi situasi darurat dengan lebih baik.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.