JABARMEDIA – Pengemudi mobil yang nekat melintasi jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, kini telah teridentifikasi. Video aksi ini sempat menjadi perhatian publik. Sang pengemudi telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan berbahayanya.
Kepala Desa Mekarwangi, Sandi Nurhakim, mengungkapkan identitas pemilik kendaraan. Pihaknya segera menelusuri hal ini setelah video aksi berbahaya tersebut viral di media sosial.
“Kami akhirnya dapat identitasnya. Sudah dihubungi juga pengemudinya,” kata Sandi pada Senin (13/7/3026). Pengemudi tersebut diketahui bernama AG (48), warga Kampung Wangunjaya, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu.
Saat dikonfirmasi, AG menjelaskan alasannya nekat melintas jembatan gantung. Ia mengaku terpaksa menggunakan jalur tersebut untuk mempersingkat waktu perjalanan menuju Cianjur kota.
“Kalau jalan memutar bisa dua jam, tapi lewat jembatan tersebut cuma butuh waktu satu jam. Jadi lewat situ,” terang Sandi, mengutip pernyataan AG.
AG telah menyadari kesalahan dan bahaya tindakannya. Melintasi jembatan gantung menggunakan mobil sangat berisiko. Tindakan ini dapat merusak struktur jembatan dan membahayakan keselamatan, apalagi dengan penumpang yang tidak turun.
“Sudah sadar kesalahannya, menyeberangi sungai lewat jembatan gantung. Dan penumpangnya tidak turun. Sehingga sangat berbahaya dan dapat merusak jembatan. Yang bersangkutan sudah meminta maaf. Tapi akan membuat klarifikasi sekaligus permohonan maaf lagi melalui video,” tambah Sandi Nurhakim.
Tanggapan Pemerintah Daerah dan Rencana Ke Depan
Sandi Nurhakim juga menyoroti permasalahan papan larangan melintas. Papan tersebut sempat terpasang namun kemudian hilang.
“Sudah ada plang larangan. Tapi tiba-tiba hilang. Nanti akan kami pasang lagi sekaligus edukasi warga,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah desa untuk meningkatkan kesadaran warga.
Sementara itu, Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, turut menanggapi insiden ini. Ia menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.
“Tentu tindakan itu dapat merugikan banyak pihak, jika jembatan jadi rusak. Karena bukan peruntukannya dilintasi mobil,” kata Bupati Wahyu.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur akan gencar mengedukasi masyarakat. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, ada rencana peningkatan infrastruktur jembatan. Jembatan tersebut akan dijadikan permanen di masa mendatang.
“Kita lihat dulu ketersediaan anggaran, kalau memungkinkan anggarannya akan kami jadikan jembatan permanen supaya bisa dilintasi mobil,” pungkasnya, menunjukkan perhatian serius terhadap keselamatan dan fasilitas publik.
Sebelumnya, aksi berbahaya pengemudi minibus ini menjadi viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memperlihatkan mobil hitam melaju perlahan di atas plat baja jembatan gantung. Pengemudi berusaha keras menjaga keseimbangan agar tidak terperosok. Beberapa penumpang berada di dalamnya. Ketegangan terlihat jelas pada wajah pengemudi dan penumpang saat melintasi bentangan jembatan di atas sungai di Kampung Batu Bodas tersebut.








