JABARMEDIA – Sebuah kecelakaan maut tragis telah terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Insiden ini berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026. Kecelakaan nahas tersebut merenggut nyawa 12 orang, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Peristiwa ini juga menyoroti kembali isu keselamatan berkendara di ruas jalan padat tersebut.
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi jumlah korban jiwa. Konfirmasi ini dilakukan setelah beberapa korban sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, menjelaskan total 18 orang terlibat dalam kecelakaan itu. 12 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
“12 orang meninggal, dari total 18 orang, jadi di TKP 3 (meninggal), di RS 7 (meninggal) dan malam tambah 2 orang, jadi total 12 orang,” kata Undang via sambungan telepon pada Senin (13/7/2026).
Selain korban meninggal dunia, AKP Undang Syarif juga menyebutkan enam korban lainnya berhasil selamat. Mereka mengalami luka ringan dari peristiwa tragis tersebut. “Luka ringan 6 orang,” tambahnya. Proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara sigap. Petugas di lapangan serta tim medis di rumah sakit terdekat turut membantu.
Identitas Korban Tragedi Lohbener
Berdasarkan data yang dirilis oleh pihak kepolisian, berikut adalah identitas lengkap 12 korban meninggal dunia. Mayoritas korban berasal dari Kecamatan Lohbener dan Lelea, Indramayu:
- Mohamad Iqbal bin Tarkadi (12), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (Meninggal di TKP).
- Sawen (40), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di TKP).
- Ayu Wulandari (32), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di TKP).
- Karsinih (60), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di RS).
- Sinta (32), IRT, warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu (Meninggal di RS).
- Sanerah (46), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di RS).
- Riyan Toni (6), pelajar, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (Meninggal di RS).
- Idah (39), petani, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di RS).
- Yunah (49), IRT, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di RS).
- Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di RS).
- Warkidi (45), pekerja swasta, warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu (Meninggal di RS).
- Tamara (22), IRT, warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu (Meninggal di RS).
Adapun identitas enam korban selamat yang mengalami luka ringan. Mereka kini dalam proses pemulihan:
- Olivia (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu.
- Batu Kelana (8), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu.
- Wandi (29), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu.
- Saba (14), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu.
- Jesica (2), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu.
- Salma Yanti (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Indramayu.
Penyebab pasti dan kronologi lengkap kecelakaan ini masih dalam tahap penyelidikan. Penyelidikan dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu. Petugas terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penyebab insiden tragis ini. Diharapkan hasil investigasi dapat memberikan kejelasan. Hal ini juga penting untuk meningkatkan keselamatan di Jalur Pantura.









