Aksi Nekat Pemuda di Jembatan Cirahong, Digerakkan oleh Tekanan Ekonomi dan Pengaruh Miras
Pada Selasa pagi sekira pukul 09.30 WIB, sebuah aksi menegangkan kembali terjadi di Jembatan Cirahong, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, seorang pemuda berinisial Mulyadi (30), yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual cilok, nyaris melompat dari atas struktur besi jembatan penghubung antara Tasikmalaya dan Ciamis.
Aksi nekat tersebut berhasil digagalkan lewat tindakan heroik warga dan tukang parkir setempat. Meski proses evakuasi sempat diwarnai perkelahian karena pelaku mengamuk, akhirnya Mulyadi berhasil diselamatkan dan dibawa ke tempat yang aman.
Kronologi Lengkap: Dari Kejar-kejaran Hingga Loncat dari Jembatan
Saksi mata di lokasi kejadian, Atang (52) alias Ohan, menceritakan bagaimana ia sedang merapikan motor di area warung surabi ketika melihat kejanggalan. Awalnya, Mulyadi melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan sangat tinggi ke arah Ciamis. Tak lama kemudian, ada pemotor lain yang mengejarnya sambil berteriak histeris meminta pertolongan.
Belakangan diketahui bahwa pemotor yang mengejar adalah orang tua pelaku. Mulyadi akhirnya menghentikan motornya tepat di tengah-tengah jembatan, lalu naik ke atas pagar besi penyangga. Saat itu, kepala pelaku sudah masuk ke sela-sela besi, siap untuk melompat.
Atang langsung mencoba menarik baju Mulyadi dan dibantu enam orang warga serta tukang parkir lainnya. Proses penyelamatan berlangsung dramatis selama 20 menit. Pelaku yang diduga kehilangan kesadaran terus memberontak dan mengamuk layaknya orang kesurupan. Akibatnya, warga terpaksa mengikat tangan dan kaki pelaku menggunakan tali pengikat agar bisa dievakuasi ke tempat yang aman.
Motif Aksi Nekat: Faktor Ekonomi dan Pengaruh Alkohol
Menurut hasil penyelidikan sementara dari pihak kepolisian, motif aksi nekat Mulyadi murni karena tekanan ekonomi yang diperparah oleh pengaruh alkohol. Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah, menjelaskan bahwa sebelum menuju Jembatan Cirahong, pelaku sempat membuat keonaran di rumahnya sendiri pada malam hari.
“Penyebabnya diduga karena faktor ekonomi. Bahkan sebelum kejadian, korban ini malamnya mabuk, tadi pas diamankan juga masih tercium bau minuman keras,” ujar AKP Soni.
Menurut laporan keluarga, pada Senin malam pelaku pulang ke rumah dalam kondisi mabuk berat, lalu mengamuk hingga membanting barang-barang dan memecahkan kaca rumah. “Mungkin setelah itu pusing, dan paginya langsung mengendarai motor ke jembatan. Berhenti di tengah, bengong, diduga mau lompat. Beruntung kesigapan warga berhasil mengamankan korban,” tambah Kapolsek.
Saat ini, Mulyadi sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk pemeriksaan medis dan kondisi psikologisnya.
Evaluasi Keamanan Jembatan Cirahong
Berulangnya peristiwa serupa di Jembatan Cirahong membuat pihak kepolisian dan warga mendesak adanya evaluasi pengamanan di situs bersejarah tersebut. Atang, perwakilan warga setempat, berharap ke depannya ada pemasangan jaring atau pembatas pengaman ekstra di sela-sela besi jembatan.
“Mudah-mudahan ke depan diberi pengaman di penyangga besi jembatan agar tidak berbahaya. Kalau dulu kan ada penjagaan yang mantau, kalau sekarang wara-wiri bebas tidak ada yang tahu,” keluhnya.
Merespons hal tersebut, AKP Soni Alamsyah menegaskan Polsek Manonjaya akan mengambil langkah preventif yang lebih tegas, termasuk memberangus akar masalahnya, yaitu peredaran minuman keras (miras). “Soal miras tentu ini jadi perhatian serius kami agar lebih intensif melakukan penertiban penjualan minuman keras di wilayah Manonjaya. Kami juga akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan,” tegas AKP Soni.
Selain patroli, kepolisian meminta masyarakat dan para juru parkir di sekitar Cirahong untuk tetap proaktif. Pengamanan swakarsa melalui Siskamling akan dioptimalkan guna memantau pergerakan mencurigakan di sepanjang jembatan.








