JABARMEDIA – Kuningan adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang terletak persis di kaki Gunung Ciremai, gunung tertinggi di provinsi ini. Selain dikenal sebagai lokasi bersejarah Perundingan Linggarjati, Kuningan juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional dan destinasi wisata alam yang tidak kalah dari daerah lain di Jawa Barat. Udara sejuk pegunungan, danau biru yang jernih, air terjun yang menyegarkan, hingga jajanan tradisional yang diwariskan turun-temurun membuat Kuningan layak masuk daftar perjalanan liburan Anda berikutnya.
Artikel ini akan mengulas tuntas makanan dan minuman khas Kuningan lengkap dengan penjual dan alamatnya, oleh-oleh yang wajib dibawa pulang, serta tempat wisata favorit beserta akses, harga tiket, dan fasilitasnya.
Makanan Khas Kuningan yang Wajib Dicoba
1. Nasi Kasreng
Nasi Kasreng adalah menu sarapan legendaris asal Kecamatan Luragung. Pada nasi kasreng ini adalah nasi putih hangat disajikan di atas kertas nasi dengan taburan udang rebon goreng, tauge mentah, dan sambal terasi pedas. Ditemani gorengan seperti bakwan atau gehu. Konon nama “Kasreng” berasal dari penjual pertamanya, Bu Kasri, yang berjualan di Terminal Luragung sejak era 1970-an. Satu bungkus biasanya dibanderol sekitar Rp5.000–Rp10.000.
- Penjual & Alamat: Nasi Kasreng Luragung Mandiri, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan.
2. Hucap (Tahu Kecap)
Hucap merupakan akronim dari tahu dan kecap. Sekilas mirip kupat tahu atau ketoprak, namun hucap disiram lebih banyak kecap manis sehingga rasanya lebih manis dan gurih. Hidangan ini terdiri dari potongan ketupat lembut, tahu goreng, saus kacang, dan bawang goreng, dan lebih banyak dijajakan pada pagi hari sebagai menu sarapan.
- Penjual & Alamat: Warung-warung hucap tersebar di sekitar Pasar Baru Kuningan dan kawasan Cijoho, Kecamatan Kuningan.
3. Tahu Lamping (Tahu Kopeci)
Tahu Lamping, atau dikenal juga sebagai tahu kopeci, adalah tahu khas Kuningan yang tampilannya mirip tahu Sumedang namun memiliki tekstur kulit yang berbeda—ada yang lebih basah, ada pula yang lebih renyah tergantung produsennya. Nikmat disantap hangat bersama lontong dan cabai rawit.
- Penjual & Alamat: Sentra Tahu Lamping, Jalan Raya Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
4. Docang
Docang adalah hidangan berupa lontong yang disiram kuah oncom, taoge, daun singkong atau daun pepaya rebus, kerupuk, dan parutan kelapa. Meski namanya terdengar asing, docang justru menjadi sarapan favorit warga lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Kuningan maupun Cirebon.
- Penjual & Alamat: Warung Docang tradisional banyak dijumpai di kawasan Pasar Kuningan dan sekitar alun-alun kota.
5. Golono
Golono terbuat dari ampas tahu (sisa produksi tahu) yang dibumbui bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan cabai rawit, lalu dicampur tepung beras dan tepung kanji sebelum digoreng hingga keemasan. Camilan ini renyah di luar dan lembut di dalam, biasa disantap sore hari bersama minuman hangat.
- Penjual & Alamat: Pedagang gorengan tradisional di Kecamatan Cilimus dan sekitar Bojong.
6. Ketempling (Gemblong Ketempling)
Ketempling adalah camilan singkong berbentuk bulat kembung dengan bagian tengah kopong, mirip gemblong namun lebih renyah. Cocok dijadikan teman makan mi, bakso, atau soto, maupun sekadar camilan sore.
- Penjual & Alamat: Toko Oleh-oleh Legendaris Bu Sepuh, Jl. Raya Bojong No. 144–146, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
7. Kwecang
Kwecang mirip bacang namun berbahan dasar beras ketan yang dicampur air kapur sirih, dibungkus daun bambu, dan bercita rasa manis (berbeda dengan bacang pada umumnya yang gurih berisi daging). Biasa disantap dengan taburan gula pasir sebagai cocolan.
- Penjual & Alamat: Tersedia di pusat-pusat oleh-oleh sepanjang Jalan Raya Bojong, Cilimus.
8. Rujak Kangkung
Rujak kangkung adalah hidangan khas Kecamatan Ciawi dan Cibingbin, berupa kangkung rebus yang disiram sambal rujak berbahan cabai rawit, terasi udang, asam jawa, dan gula merah—menghasilkan perpaduan rasa pedas, asam, dan gurih. Biasanya disantap bersama kerupuk mi kuning dengan harga sekitar Rp5.000–Rp10.000 per porsi.
- Penjual & Alamat: Warung makan di kawasan Cibingbin dan sekitar objek wisata Waduk Darma.
9. Peuyeum (Tape) Ketan Ember
Ini adalah ikon kuliner Kuningan yang paling dicari wisatawan. Beras ketan difermentasi dengan ragi, dibungkus daun jambu air agar aroma dan rasanya terjaga, kemudian dikemas dalam ember hitam khas—satu ember biasanya berisi 80 hingga 100 buah tape ketan.
- Penjual & Alamat: Pusat Oleh-oleh Tape Ketan Munjul Jaya, Jalan Raya Cibeureum, Kabupaten Kuningan (buka pukul 06.00–21.00 WIB).
10. Kue Satu
Kue kering berbahan dasar kacang hijau sangrai dan gula, yang uniknya tidak dipanggang atau digoreng melainkan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Teksturnya renyah dan manis, cocok sebagai teman minum teh.
- Penjual & Alamat: Toko Nada Oleh-oleh Khas Kuningan Teh Wulan, Jalan Siliwangi, Kelapa Gunung, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.
Minuman Khas Kuningan
1. Jeniper (Jeruk Nipis Peras)
Jeniper adalah minuman ikon Kota Kuda ini, singkatan dari “jeruk nipis peras”. Terbuat dari perasan jeruk nipis segar yang dicampur air gula, rasanya asam segar dengan sedikit manis, dan dipercaya membantu pencernaan serta menjaga daya tahan tubuh berkat kandungan vitamin C-nya. Jeniper kini juga dikemas dalam botol siap minum sehingga mudah dibawa sebagai oleh-oleh.
- Penjual & Alamat: Tersedia di hampir semua toko oleh-oleh di sepanjang Jalan Raya Bojong dan Jalan Siliwangi, Kuningan; produk kemasan resmi bisa dicek melalui situs resmi Jeniper.
2. Kopi Luwak Linggarjati
Diproduksi langsung di kawasan Linggarjati, kopi luwak khas Kuningan diracik dengan proses tradisional dan dijual dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding kopi luwak daerah lain, namun tetap menjaga kualitas rasa.
- Penjual & Alamat: Sedulur Kopi, Dusun Lurah, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan (buka pukul 06.00–16.00 WIB).
3. Bandrek Kuningan
Minuman jahe hangat khas Sunda ini banyak dijajakan di malam hari, terutama di area yang ramai wisatawan. Bandrek khas Kuningan biasa dinikmati langsung di tempat penjual sambil menghangatkan badan di udara pegunungan yang sejuk.
- Penjual & Alamat: Pedagang bandrek keliling di area Taman Kota Kuningan dan sekitar alun-alun pada malam hari.
4. Sirup Tjampolay & Jus Buah Segar
Meski lebih identik dengan Cirebon, sirup legendaris ini juga mudah ditemukan dan populer di toko-toko oleh-oleh Kuningan dengan varian rasa pisang susu, jeruk nipis, mangga gedong, hingga leci—cocok dijadikan bahan minuman segar di rumah.
- Penjual & Alamat: Toko-toko oleh-oleh di sepanjang Jalan Raya Bojong, Cilimus.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Kuningan
Selain mencicipi langsung di tempat, berikut adalah oleh-oleh yang paling banyak diburu wisatawan untuk dibawa pulang beserta tempat membelinya:
- Peuyeum Ketan Ember – tahan lama dan dikemas unik, cocok dijadikan buah tangan keluarga.
- Opak Bakar – camilan panggang dari ketan dan kelapa, renyah dan gurih.
- Tahu Lamping/Tahu Susu – bisa dibeli dalam kondisi matang maupun setengah matang untuk digoreng ulang di rumah.
- Kue Satu – tahan lama karena proses penjemuran, cocok dikirim jarak jauh.
- Jeniper botolan – minuman kemasan khas yang ringkas dan awet.
- Kopi Luwak Linggarjati – oleh-oleh premium bagi pencinta kopi.
- Kwecang dan Lepet – jajanan tradisional berbungkus daun yang unik sebagai suvenir.
Tempat belanja oleh-oleh yang direkomendasikan:
- Pusat Oleh-oleh Bu Sepuh – Jl. Raya Bojong No. 144–146, Cilimus, Kabupaten Kuningan. Dikenal sebagai pusat oleh-oleh terbesar dan terlengkap di Kuningan, menjual aneka keripik, dodol, tahu susu, hingga ketempling.
- Toko Oleh-Oleh Tahu Susu Tamiang Sari – Jl. Raya Bandorasa No. 16, Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus. Tempat parkir luas, produk andalan berupa tahu susu.
- Pusat Oleh-oleh Cijoho – Jl. Siliwangi No. 47, Cijoho, Kecamatan Kuningan. Ramai dikunjungi karena pilihan produknya beragam.
- Pusat Oleh-oleh Hj. Neneng – Jl. Siliwangi No. 182, Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
- Pusat Oleh-oleh Sri Raos – Jl. Siliwangi No. 166, Mandirancan, Kabupaten Kuningan.
- JELITA Oleh-Oleh Khas Kuningan – Jl. Dewi Sartika No. 27, Kuningan.
- Pusat Oleh-oleh Teh Diah – Jl. Raya Bojong No. 81, Cilimus, Kabupaten Kuningan.
- Pusat Oleh-oleh Tape Ketan Munjul Jaya – Jl. Raya Cibeureum, Kabupaten Kuningan.
Tempat Wisata Favorit di Kuningan
1. Telaga Biru Cicerem
Telaga ini terkenal sebagai salah satu danau terjernih di Jawa Barat dengan warna air biru kehijauan yang memesona. Pengunjung bisa berfoto di ayunan yang menggantung di atas air sambil ditemani ribuan ikan mas warna-warni.
- Akses: Jl. Kaduela, Kecamatan Pasawahan, sekitar 1 jam 20 menit dari pusat Kota Kuningan.
- Harga Tiket: Rp7.500–Rp15.000 per orang (sama untuk hari kerja maupun libur).
- Jam Operasional: 09.00–16.00 WIB.
- Fasilitas: Spot foto instagramable, sewa perahu kayu, gazebo, toilet, area kuliner.
2. Woodland Kuningan
Destinasi hutan pinus modern yang sedang hits ini menawarkan wahana rainbow slide (perosotan pelangi), jembatan gantung, kolam renang mata air pegunungan, flying fox, ATV, hingga aktivitas fun hiking di lereng Gunung Ciremai.
- Akses: Jl. Ragasakti/Raghawacana No. 130, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, sekitar 20–30 menit dari pusat kota.
- Harga Tiket: Sekitar Rp15.000–Rp25.000 (hari kerja) dan Rp20.000–Rp30.000 (akhir pekan/libur nasional); wahana tertentu seperti flying fox atau ATV dikenakan biaya tambahan.
- Jam Operasional: 08.00–17.00 WIB (Senin–Jumat), 07.30–17.00 WIB (Sabtu–Minggu).
- Fasilitas: Gardu pandang, gazebo, musala, kamar mandi, area parkir luas, kafe/resto, glamping.
3. Bumi Perkemahan Palutungan & Curug Putri
Kawasan perkemahan yang sejuk dengan hutan pinus rindang dan air terjun (Curug Putri) yang jernih di dalamnya. Cocok untuk berkemah sekaligus menikmati air terjun dalam satu kunjungan.
- Akses: Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, sekitar 20 km ke arah timur dari pusat kota.
- Harga Tiket: Sekitar Rp5.000 (anak), Rp17.000 (dewasa), dan tambahan Rp20.000 untuk berkemah.
- Jam Operasional: 08.00–16.00 WIB (area camping buka 24 jam).
- Fasilitas: Area camping, warung makan, area parkir luas, penyewaan tenda.
4. Obyek Wisata Cibulan
Terkenal dengan kolam alami yang dihuni ikan kancra bodas atau “Ikan Dewa” yang dipercaya keramat dan sudah berusia ratusan tahun. Pengunjung bisa berenang bersama ikan-ikan ini serta membasuh muka di tujuh sumur keramat.
- Akses: Jl. Raya Jalaksana, Kecamatan Jalaksana, lokasi strategis di pinggir jalan raya.
- Harga Tiket: Rp15.000–Rp20.000 (dewasa), Rp15.000 (anak-anak).
- Jam Operasional: 07.00–17.00 WIB setiap hari.
- Fasilitas: Kolam renang, terapi ikan, wahana permainan air anak, area kuliner, musala, kamar bilas.
5. Waduk Darma
Bendungan yang dikelilingi perbukitan hijau ini menjadi favorit untuk menikmati panorama matahari terbenam (sunset) di sore hari.
- Akses: Desa Jagara, Kecamatan Darma.
- Harga Tiket: Sekitar Rp20.000 per orang.
- Jam Operasional: 07.00–17.00 WIB setiap hari.
- Fasilitas: Warung kuliner sekitar waduk, area parkir, spot memancing.
6. Pemandian Air Panas Sangkanhurip
Sumber air panas alami mengandung belerang yang dipercaya baik untuk relaksasi otot dan kulit, tersedia kolam umum maupun kamar privat.
- Akses: Jl. Pemandian Air Panas No. 46, Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar.
- Harga Tiket: Rp10.000–Rp15.000 (kolam umum).
- Jam Operasional: 07.00–01.00 WIB (buka hingga larut malam).
- Fasilitas: Kolam air hangat, kolam seluncuran, terapi ikan, kamar mandi air panas privat, kantin, hotel terdekat.
7. Taman Nasional Gunung Ciremai
Kawasan konservasi yang menaungi Gunung Ciremai, puncak tertinggi di Jawa Barat. Selain pendakian, tersedia jalur trekking, area kemah, dan panorama hutan tropis yang masih asri.
- Akses: Pintu masuk melalui Jalaksana atau Palutungan, sekitar 30–45 menit dari pusat kota.
- Harga Tiket: Rp5.000–Rp10.000 untuk kunjungan wisata biasa; tiket pendakian gunung memiliki ketentuan tersendiri melalui pengelola resmi taman nasional.
- Jam Operasional: 07.00–17.00 WIB (jalur pendakian memiliki jadwal pendaftaran tersendiri).
- Fasilitas: Jalur pendakian resmi, pos pendaftaran, area camping, pemandu lokal.
8. Gedung Perundingan Linggarjati
Situs bersejarah tempat berlangsungnya Perundingan Linggajati tahun 1946 antara Indonesia dan Belanda. Cocok untuk wisata edukasi dan sejarah bersama keluarga atau rombongan pelajar.
- Akses: Jl. Gedung Perundingan Linggarjati, Kecamatan Cilimus.
- Harga Tiket: Rp5.000 (dewasa), Rp3.000 (anak-anak).
- Jam Operasional: Umumnya 08.00–16.00 WIB (hari kerja).
- Fasilitas: Museum sejarah, pemandu wisata, taman luas, area parkir, toilet, musala.
9. Sukageuri View & Pondok Pinus Palutungan
Dua destinasi kekinian yang penuh spot foto instagramable, mulai dari rumah hobbit, jembatan gantung, gardu pandang, hingga wahana sky bike dengan latar pegunungan hijau.
- Akses: Jalan Palutungan, Cisantana, Kecamatan Cigugur, sekitar 20 km dari pusat kota, dekat kawasan Cibulan.
- Harga Tiket: Mulai Rp5.000–Rp10.000 per orang.
- Jam Operasional: 08.00–18.00 WIB setiap hari.
- Fasilitas: Spot foto tematik, gardu pandang, area parkir, warung makanan ringan.
Tips Berkunjung ke Kuningan
Sebelum berangkat, ada baiknya mengecek kembali harga tiket dan jam operasional langsung ke pengelola destinasi atau akun media sosial resminya, karena tarif dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti musim liburan atau kebijakan pengelola. Kuningan dapat dijangkau melalui jalur darat dari Cirebon (sekitar 1 jam), Bandung (3–4 jam), atau Jakarta (sekitar 5 jam) menggunakan kendaraan pribadi maupun bus umum yang berhenti di Terminal Harjamukti, Cirebon, dilanjutkan dengan angkutan lokal menuju Kuningan.
Datanglah di pagi hari untuk menikmati udara sejuk pegunungan, terutama bila hendak mengunjungi telaga atau air terjun agar mendapatkan cahaya matahari terbaik untuk berfoto. Siapkan pula uang tunai secukupnya untuk tiket masuk dan retribusi parkir di lokasi-lokasi wisata yang masih dikelola secara sederhana oleh warga setempat.
Dengan kombinasi kuliner otentik, oleh-oleh yang sarat cerita, serta destinasi alam yang menyejukkan mata, Kuningan layak menjadi tujuan liburan berikutnya bagi Anda yang ingin healing sekaligus menikmati kekayaan budaya Jawa Barat.







