Mengenal Jahira, Jahe Merah Unggul untuk Industri Herbal

by -
by
Mengenal Jahira, Jahe Merah Unggul untuk Industri Herbal

JABARMEDIA – Minat masyarakat terhadap pengobatan alami kini semakin meningkat pesat. Menjawab tantangan tersebut, kini hadir varietas jahe merah unggul bernama Jahira. Varietas ini dikembangkan oleh Balai Riset Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) Kementerian Pertanian.

Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri herbal nasional. Industri membutuhkan bahan baku dengan mutu yang seragam dan stabil. Kepala BRMP TROA, Prima Luna, memberikan keterangan resmi pada Senin (29/6/2026). Beliau menekankan pentingnya kejelasan asal-usul benih tanaman obat.

Standardisasi Mutu Jahe Merah Nasional

“Tanaman obat seperti jahe merah harus memiliki informasi lengkap mengenai asal benih dan jenisnya, karena hal ini pasti akan memengaruhi kandungan komponen aktif hingga morfologi tanamannya,” ujar Prima Luna. Standardisasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas produk herbal di pasar.

Varietas Jahira merupakan hasil pemuliaan nasional dari spesies Zingiber officinale var. rubrum. Berdasarkan riset mendalam, varietas ini terbukti memiliki kandungan gingerol dan shogaol yang sangat tinggi. Kandungan aktif tersebut jauh melebihi jahe merah biasa yang beredar di pasaran.

Baca Juga:  Ingin Buat KTP untuk Anak, Kemendagri Kena Sindir Ahok

Keunggulan Kandungan Senyawa Aktif Jahira

Senyawa aktif ini sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Selain itu, khasiatnya juga memberikan efek hangat yang konsisten. Efek termogenik ini sangat baik untuk meredakan gejala masuk angin secara alami.

“Keunggulan Jahira 2 secara spesifik terletak pada tingkat kadar gingerolnya yang sangat tinggi. Komponen aktif ini sangat baik dan efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta memberikan efek termogenik atau rasa hangat yang konsisten bagi tubuh, sehingga baik digunakan untuk melegakan gejala masuk angin,” papar Prima Luna.

Mendorong Kemandirian Industri Herbal Nasional

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat melimpah sebagai produsen rempah dunia. Kehadiran Jahira diharapkan mampu mengurangi ketergantungan industri farmasi pada bahan baku impor. Hilirisasi riset ini menjadi langkah nyata dalam memajukan produk kesehatan lokal.

BRMP TROA juga membuka pintu kolaborasi bagi berbagai pihak swasta. Mereka menyediakan layanan pengujian mutu, kerja sama riset, dan penyediaan benih unggul. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran varietas jahe merah berkualitas ini ke seluruh pelosok negeri.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Marahi Pemilik Kendaraan yang Parkir di Trotoar

Langkah Strategis Menuju Pasar Global

“Kami di BRMP TROA sangat bangga jika ada pihak perusahaan atau industri yang mau bergerak memanfaatkan hasil inovasi ini. Jahira merupakan jahe merah unggul Indonesia, dan jalinan kerja sama serta pemanfaatan oleh sektor industri akan menjadi langkah yang sangat luar biasa dalam mengangkat inovasi kekayaan hayati lokal kita ke tingkat dunia,” tambah Prima Luna.

Pengembangan varietas ini juga dapat disinergikan dengan sektor pariwisata nasional. Kampanye kreatif dapat dilakukan untuk memperkenalkan potensi herbal nusantara ke kancah global. Indonesia berpotensi menjadi pusat herbal dunia dengan keunggulan komoditas lokalnya.

Gerakan Kultural Indonesia Rumah Jahira

“Jika Korea Selatan sukses menduniakan slogan ‘Korea Negeri Ginseng’, maka Indonesia harus berani mengampanyekan narasi besar Indonesia, Rumah Jahira. Melalui langkah ini, mengonsumsi produk berbasis Jahira bukan lagi sekadar upaya menjaga imunitas tubuh, melainkan sebuah gerakan kultural mendukung komoditas lokal naik kelas di kancah dunia,” pungkas Prima Luna.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.