JABARMEDIA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui Kelompok Kerja (Pokja) II TP PKK tingkat kecamatan hingga kelurahan telah sukses menghadirkan Rumah Dilan Kampung Mandiri. Inisiatif ini berlokasi di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta pengelolaan ekonomi keluarga.
Program Rumah Dilan Kampung Mandiri ini merupakan bagian integral dari Gerakan Keluarga Indonesia (Gelari) dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Pelangi). Gerakan tersebut diawali dengan penguatan peran kader di berbagai tingkatan, dari kota hingga wilayah. TP PKK berperan sebagai jembatan penghubung antara pemerintah dengan masyarakat, mengintegrasikan aspek kebijakan, kelembagaan, literasi, hingga pengembangan ekonomi produktif.
Kehadiran Rumah Dilan Kampung Mandiri diharapkan mampu mendorong gerakan gemar membaca dan menyediakan akses terhadap taman bacaan masyarakat (TBM) atau pojok baca. Selain itu, program ini turut mengoptimalkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mewujudkan kemandirian usaha melalui kelompok Dasawisma, sosialisasi, dan inovasi program pendampingan TP PKK.
Penguatan Peran Perempuan dan Ekonomi Lokal
Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, secara langsung melaksanakan Gelari Pelangi di Rumah Dilan Kampung Mandiri pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam kunjungannya, Yantie Rachim melakukan Bina Keluarga Balita kepada para orang tua dan warga setempat. Beliau juga mengunjungi Koperasi Pelaku Usaha Lokal Bantarjati (Kopaja), serta PAUD dan pojok baca yang ada di wilayah tersebut.
Yantie Rachim menegaskan bahwa program Rumah Dilan Kampung Mandiri adalah wujud kolaborasi dan sinergi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
“Melalui kolaborasi, sinergi, dan gerak bersama ini mudah-mudahan bisa berdampak manfaat dan harapan di setiap kelurahan juga bisa memiliki kampung mandiri,” ujarnya.
Kunjungan ini juga menyoroti penguatan peran perempuan melalui program Pawang Gajah (Perempuan Pengupas Bawang, Keluarga Sejahtera). Sejak lima hingga sepuluh tahun lalu, warga RW 10 Kelurahan Bantarjati telah aktif mengupas bawang untuk membantu perekonomian keluarga. Yantie Rachim berdialog dan memberikan penguatan, bahkan menyalurkan bantuan dari Pemkot Bogor bagi pengupas bawang yang membutuhkan perangkat kerja.
“Nah, jadi di sini memang sudah lama berjalan kampung pengupas bawang ya. Kemudian dalam pemberdayaan juga diberikan penguatan peran perempuan di tengah-tengah kelurahan. Kader-kader wilayah ini juga aktif berada di tengah-tengah kegiatan perempuan yang aktif mengupas bawang,” ungkapnya.
Terus Perkuat Peran di Wilayah
TP PKK Kota Bogor terus memperkuat peran di wilayah, termasuk para kader. Agar dapat memahami kondisi keluarga di lingkup terkecil hingga tingkat kota. Data ini kemudian menjadi dasar pemetaan untuk pengembangan keluarga. Salah satunya melalui gerakan Gelari Pelangi dan kehadiran Rumah Dilan Kampung Mandiri.
Kunjungan diakhiri dengan mengunjungi tempat produksi Basreng Viki Grup, yang juga menjadi pusat pemberdayaan perempuan dalam proses pemotongan basreng.
Dengan semangat “Bersinergi, Berinovasi, Berdaya, Mandiri, Sejahtera”. Kolaborasi ini diharapkan dapat mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera melalui peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi.
“Saya mendukung penuh program ini, program yang sangat keren untuk menguatkan ekonomi keluarga lewat UMKM. Meningkatkan keterampilan warga lewat pelatihan dan membangun ketahanan keluarga menuju kesejahteraan. Karena saya percaya, kalau kelurahannya kuat, maka kotanya pun akan kuat,” tutup Yantie Rachim, menegaskan komitmennya terhadap inisiatif ini.









