JABARMEDIA – Sebagai kelanjutan dari kegiatan Rembug Warga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mitra Pemerintah Daerah (Pemda) Orda Bogor 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melanjutkan tahapan pengabdian melalui Pemetaan Sosial Siklus 2. Kegiatan ini berlokasi di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dan dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026). Fokus utama dari tahapan ini adalah pengolahan, konfirmasi, serta validasi data wilayah berbasis spasial, diikuti dengan analisis kondisi sosial-masyarakat terkini.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa memanfaatkan perangkat komputer dan aplikasi peta digital untuk memetakan kondisi geografis. Mereka juga mengidentifikasi persebaran potensi desa, batas wilayah, serta titik-titik krusial isu lingkungan di kawasan tersebut. Proses pendataan teknis ini dilakukan secara kolaboratif, mengintegrasikan hasil temuan aspirasi warga pada siklus sebelumnya ke dalam sistem pemetaan digital yang lebih terstruktur dan komprehensif.
Pemetaan Sosial Siklus 2 ini menjadi instrumen vital bagi tim KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tujuannya adalah menyatukan gambaran kualitatif dari masyarakat dengan data teknis faktual di lapangan. Dengan mengidentifikasi potensi infrastruktur, kearifan lokal, hingga aspek sosial-ekonomi secara rinci, mahasiswa dapat memperoleh gambaran riil mengenai kondisi lingkungan tingkat RT/RW di Desa Kopo secara akurat dan presisi.
Perwakilan tim KKN menyampaikan bahwa tahapan Siklus 2 ini merupakan instrumen kunci agar program kerja yang disusun memiliki dasar data yang kuat dan terukur. Informasi spasial dan data sosial yang telah terdigitalisasi ini akan menjadi acuan mendasar dalam merancang program pemberdayaan yang efektif, adaptif, serta benar-benar menjawab tantangan lokal di Kecamatan Cisarua.
Apresiasi dari Pemerintah Desa dan Masyarakat
Langkah inovatif berbasis digital ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Kopo menuturkan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam memperbarui data desa.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN sangat membantu kami, khususnya dalam menyusun pemetaan wilayah berbasis digital ini. Data spasial dan potensi RT/RW yang valid serta terintegrasi seperti ini memang sangat kami butuhkan. Tujuannya untuk menentukan arah kebijakan dan pembangunan Desa Kopo ke depan agar tepat sasaran,” ujar Kepala Desa Kopo.
Tidak hanya dari pihak pemerintah desa, masyarakat pun merasakan dampak langsung dari proses pendataan yang partisipatif dan transparan ini. Salah seorang warga RT setempat menyampaikan rasa terkesannya atas pendekatan mahasiswa.
“Kami sangat senang karena aspirasi dan kondisi riil lingkungan yang kami sampaikan waktu Rembug Warga kemarin benar-benar dicatat. Juga dimasukkan ke dalam peta digital oleh mahasiswa. Jadi kami merasa benar-benar dilibatkan. Serta berharap pemetaan ini bisa membawa perubahan serta pembenahan yang nyata untuk desa kami,” ujar salah seorang warga Desa Kopo.
Melalui perpaduan antara pendekatan partisipatif warga dan analisis data digital ini, mahasiswa KKN Mitra Pemda Orda Bogor UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap dapat melahirkan rekomendasi. Serta program intervensi sosial yang solutif, responsif, dan mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi kemajuan Desa Kopo.







