Warga Sukamiskin Bandung Ubah Jelantah Jadi Listrik

by -16 views
Warga Sukamiskin Bandung Ubah Jelantah Jadi Listrik

JABARMEDIA – Di salah satu sudut GOR Sport Jabar Arcamanik Bandung, sekumpulan warga tengah mengerumuni sebuah mesin peraga yang menarik perhatian. Di ujung mesin tersebut, sebuah bohlam lampu terlihat menyala, menunjukkan hasil nyata dari inovasi yang sedang dipamerkan.

Mesin sederhana yang mayoritas komponennya terdiri dari barang-barang sehari-hari, seperti kompor, panci presto, hingga minyak jelantah, menjadi alat yang mengubah limbah menjadi energi listrik. Taufik Bayu, penggerak utama proyek ini, menjelaskan,

Jadi ini adalah eksperimen warga RW 17 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik. Awalnya untuk diperagakan saat 17 Agustus kemarin, sebagai deklarasi pengelolaan sampah di wilayah kami. Biar warga antusias, kami bikin yang unik,” ujarnya pada acara Gebyar HI-CARE Zero Waste Unisba, Kamis (27/8/2026).

Taufik, yang memiliki pengetahuan di bidang kelistrikan, mengajak warga setempat untuk berkreativitas dalam membuat generator listrik dari bahan sederhana. Lewat riset selama dua bulan, minyak jelantah dipilih sebagai bahan bakar generator yang dinilai ramah lingkungan.

Awalnya mau pakai briket batu bara, tapi nyalainnya susah dan berasap. Dicoba pakai oli bekas motor, tapi CO (karbon monoksida)-nya tinggi. Akhirnya pakai minyak jelantah, lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga:  Bus Rombongan Peziarah Hantam Tebing di Ciloto, 17 Orang Tewas

Emisi Lebih Rendah daripada Oli Bekas

Berdasarkan risetnya, hasil pembakaran minyak jelantah memiliki emisi yang lebih rendah dibanding oli bekas. Minyak jelantah tersebut digunakan untuk menggantikan bahan bakar gas dari kompor, sehingga dapat menjadi wujud pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi bentuk yang lebih bermanfaat.

Proses pembakaran dari minyak jelantah juga lebih cepat dibandingkan batu bara,” tambahnya.

Cara Kerja Sederhana

Adapun cara kerja mesin ini cukup sederhana. Untuk menyalakan generator listrik, minyak jelantah perlu dituangkan pada tungku, yang selanjutnya memanaskan air dalam boiler berbentuk panci presto.

Setelah panas, akan terjadi tekanan. Tekanan uap air panasnya itu akan mengalir kencang dan disalurkan ke turbin ini,” lanjutnya.

Turbin yang berputar akan mendorong dinamo, menciptakan putaran mekanika yang menghasilkan listrik.

Konsep ini adalah prinsip umum yang diterapkan di pembangkit listrik skala besar. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air, yang menggerakannya adalah air. Kalau ini, dari tekanan. Prinsip kerjanya mirip PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), tapi versi kecil dan ramah lingkungan.” Jelasnya.

Baca Juga:  Kebakaran Kantor KPU Surabaya Diawali Percikan Api dari Colokan Listrik

Satu botol minyak jelantah yang dikumpulkan dapat menyalakan lampu bohlam 10 watt selama tiga jam, setara dengan kurang lebih 600 mililiter minyak. Modal pembuatan alat-alat ini pun tidak terlalu besar, kurang dari Rp2 juta, dan mayoritas komponen dapat ditemukan di marketplace.

Tapi untuk merakitnya, kami dibantu oleh bengkel yang memiliki mesin bubut,” jelasnya juga.

Lebih lanjut, Taufik menyatakan bahwa pembangkit listrik ini dapat dikembangkan ke skala rumah tangga. Namun, alat dan bahan baku yang diperlukan untuk menghidupkan listrik satu RW akan jauh lebih besar dan perlu perhitungan dana yang lebih matang.

Secara teknis, ini bisa dialirkan ke rumah-rumah, seperti listrik pada umumnya,” tutupnya.