Jangan Dekati Kawah Tangkubanparahu

by -2 views

ilustrasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan warga untuk tidak mendekati Kawah Gunung Tangkubanparahu yang kini berstatus waspada.

“Keluarnya gas CO dan CO2 itu bisa terjadi sewaktu-waktu.Maka, sebaiknya masyarakat jangan mendekati kawah gunung ini meski belum dilakukan penutupan bagi para pengunjung,”kata Kepala PVMBG Surono, saat dihubungi,kemarin. Menurut dia, peningkatan status Gunung Tangkubanparahu dari normal aktif menjadi waspada ini mulai 23 Agustus 2012. Namun hingga Surono memberikan konfirmasinya kemarin, belum terjadi peningkatan aktivitas pada gunung yang terletak di dua wilayah antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang itu.

Sebelumnya, Surono menjelaskan peningkatan status itu didasarkan atas hasil pengamatan kegempaan, visual, dan suhu air danau kawah serta analisis data kegiatan gunung. Aktivitas gunung ini telah dievaluasi sejak 1 Januari sampai 22 Agustus 2012. Secara visual, cuacanya terang-mendung, hujan gerimis, suhu udara di sekitar pos antara 20–23 derajat celcius.Kemudian antara 1 Juli sampai 22 Agustus 2012, secara umum cuaca terang, suhu udara di sekitar pos antara 16–22 derajat celcius. Sementara suhu rata-rata pada solfatara Kawah Ratu masih relatif stabil, yakni antara 100 sampai 110 derajat celcius.

“Tetapi antara Juli sampai Agustus, suhu solfatara sedikit terjadi peningkatan,”katanya. Sementara data kegempaan pada bulan Januari sampai 22 Agustus,tercatat 161 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 32 kali gempa vulkanik dalam (VA), 5 kali gempa tektonik lokal (TL),dan 70 kali gempa tektonik jauh (TJ).Lalu pada 1 Juli sampai 22 Agustus, terekam 264 kali gempa VB,16 kali gempa VA,18 kali gempa TL,dan 50 kali gempa TJ.Aktivitas gempa vulkanik ini diikuti oleh tremor menerus selama empat jam dengan amplituda 5–20 mm pada tanggal 23 Agustus antara pukul 00.00 sampai 04.00 WIB.

“Sejak 13 Agustus terjadi peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang cukup signifikan dengan makin meningkatnya jumlah harian gempa VB maupun gempa VA,” tutur Surono. Sementara antisipasi pengamanan telah dilakukan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik tingkat provinsi maupun Kabupaten Bandung Barat. Kepala BPBD Jabar Udjwalaprana Sigit mengaku sudah menyiapkan jalur evakuasi. Pihaknya juga terus memantau gunung tersebut.

“Tiap enam jam, tiga jam pun kami pantau terus. Selain mengirim personel langsung ke lokasi,komunikasi dari titik ke titik juga kami lakukan,di antaranya pemantauan informasi dari PVMBG,”ungkap Sigit saat dihubungi kemarin. Menurut dia, akses utama ke area kawah gunung itu akan dijadikan sebagai jalur evakuasi jika suatu saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. atep abdillah kurniawan

Sumber : www.seputar-indonesia.com