Kebakaran Hutan Ciremai Kuningan Meluas

by -9 views

ilustrasi

Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan terus meluas. Hingga kemarin, kebakaran hutan telah merembet ke Kebun Raya Kuningan di Kecamatan Pasawahan.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun,kebakaran mulai terjadi Senin sekitar pukul 10.30 WIB dengan sumber api berasal dari tiga titik berbeda. Kencangnya tiupan angin membuat api mudah membesar hingga merembet ke segala arah.Kebakaran ini terus meluas dan membakar hutan pinus di 11 blok yang masuk dalam Desa Padabeunghar dan Pasawahan.

“Titik api pertama ditemukan di Blok Silayur,Cileutik,dan Lebak Reundeu. Akibat angin kencang, kebakaran semakin meluas hingga merembet ke sebagian Kebun Raya Kuningan,” kataKasiPengelolaan TamanNasional Gunung Ciremai Wilayah I Mokh Ridwan,kemarin. Dia menyebutkan, saat ini upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan banyak pihak mulai dari petugas TNGC, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri dan partisipasi dari masyarakatsepertipecintaalam dan ormas lingkungan hidup.Titik api masih menyala di beberapa lokasi akibat upaya pemadaman yang belum sempurna.

“Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, api sempat berhasil dikendalikan,namun rupanya masih ada bara api yang belum padam dan kembali ditiup angin sehingga kembali menimbulkan api dan kebakaran bertambah luas,” ujar dia. Dia mengungkapkan, untuk mengendalikan kobaran api,sejumlah tim kembali diberangkatkan pada Selasa pagi. Berdasarkan data, api telah membakar hutan TNGC di 11 blok yaitu Blok Silayur; Tegal; Batu Beuheungan; Lebak Reundeu; Karang Dinding; Leles; Cikajayaan; Kupak; Cileutik; Gibug; dan Batu Kuda.

Mengenai total luas hutan yang terbakar, Ridwan mengaku belum mendapat data akurat karena api masih berkobar dan areal yang terbakar semakin meluas. Mengenai penyebab kebakaran, pihaknya juga belum bisa memastikan, namun dugaan awal adalah akibat kelalaian manusia. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Namun, dugaan kami karena disebabkan oleh kelalaian manusia, bisa karena puntung rokok atau akibat pembakaran sampah yang tidak dipadamkan atau belum mati total,” kata Ridwan.

Sementara itu, kebakaran juga menyebabkan sekitar 30 hektare kawasan Kebun Raya Kuningan di Desa Padabeunghar hangus terbakar. Walaupun api telah berhasil dipadamkan, pihak Kebun Raya Kuningan masih menempatkan personel untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi. “Kami masih tetap waspada memantau kemungkinan api kembali menyala dan membakar lebih luas kawasan Kebun Raya,” kata Kepala TU Kebun Raya Kuningan Bambang.

Dia menjelaskan, kebakaran menyebabkan puluhan jenis tanaman koleksi Kebun Raya Kuningan rusak, di antaranya pohon manglid, pulai, puspa, ambit, hopea, ganitri, duwet, salam, bisbul, instia, bijunga, kananga,vatica rasak,dan vatica pauciflora.Pohon-pohon tersebut adalah koleksi yang ditanam selama kurun waktu 2006 hingga 2011. “Mengenai jumlah pastinya, belum dapat diketahui karena masih ada bara di batang pohon.Kami masih melakukan inventarisasinya,” kata Bambang. mohamad taufik.

Sumber : www.seputar-indonesia.com