Kelompok Teroris Rekrut Remaja

by -259 views

foto : pikiranrakyat

Aksi terorisme masih menebar ancaman di Indonesia. Sel-sel kelompok teroris terus tumbuh dan kini menyasar remaja sebagai target perekrutan.

Tiga terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dalam penyergapan di Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar, Jumat (31/8) malam,semuanya berusia remaja.Mereka adalah Muksin,19,Farhan,19,dan Bayu Setiawan, 22. Nama terakhir bahkan diakui keluarganya baru berusia 16 tahun. Muksin dan Farhan tewas dalam baku tembak dengan Densus di Jalan Veteran Solo, sedangkan Bayu Setiawan ditangkap aparat dalam penyergapan di malam yang sama.

Polri memastikan mereka memiliki kaitan dengan kelompok garis keras Moro di Filipina. Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, kelompok teroris Solo merupakan sel dari jaringan besar terorisme internasional.Berbeda dengan jaringan teroris Dr Azahari dan Noordin M Top, mereka tidak mendapatkan dana langsung dari Al Qaeda.“Makanya mereka menyerang di skala lokal saja karena tak punya dana,” ujarnya kepada harian Seputar Indonesia (SINDO) di Jakarta kemarin.

Satu sel jaringan ini memiliki tiga sampai empat orang yang memiliki keahlian berbeda. Sel-sel jaringan teroris berkembang di daerah-daerah yang jauh dari fokus aparat. “Mereka menyasar remaja untuk indoktrinasi, ”ungkapnya. Jaringan ini mengadakan kegiatan pelatihan militer di beberapa titik di Pulau Jawa. Pelatihan militer bermaterikan menculik cepat, menggunakan senjata api (senpi), membongkar senpi, dan me- nembak cepat.

Mereka menjadikan polisi sebagai sasaran untuk menyebar teror yang menakutkan. “Empat tahun lalu, oleh kelompok ini, polisi difatwakan sebagai musuh yang sudah seharusnya diperangi. Maka, mereka terus menyerang polisi,” ujar Al Chaidar. Penyidik Densus masih melakukan pendalaman untuk menelusuri identitas kelompok teroris Solo.

Baca Juga:  Mulasara Leuweung Jeung Budaya di Tahura Djuanda

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, polisi masih memeriksa terduga teroris Bayu Setiawan yang dibekuk di Karanganyar sebelum polisi menyergap dua terduga teroris di Solo. Penyidik juga akan kembali memeriksa terduga teroris yang pernah ditangkap sebelumnya dalam berbagai peristiwa teror. Mereka akan dikonfrontasi dengan terduga yang baru tertangkap. “Kita lagi mendalami, apakah kelompok ini ada keterkaitan dengan (kelompok) yang lain.

Kita masih terus melakukanpenelusuran,” ujar Agussaat dihubungi kemarin. Polri juga masih melakukan penelusuran terhadap senjata yang ditemukan.“ Apakah memang itu senjata resmi polisi Filipina atau bukan. Pokoknya kita masih mendalami semuanya,”ungkap dia. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebutkan ada kejanggalan dalam penyergapan terhadap terduga teroris di Solo, Jumat (31/8) malam.

Kejanggalan pertama,pistol yang disita dari terduga teroris yang tewas adalah Bareta yang bertuliskan “Property Philippines National Police”. “Padahal sebelumnya Kapolresta Solo menyebutkan,senjata yang digunakan menembak polisi di Pospam Lebaran jenis FN. Pertanyaannya, apakah orang yang ditembak polisi itu benar-benar orang yang menembak polisi di Pospam Lebaranatauadapihaklainsebagaipelakunya?” tanya Neta.

Kejanggalan lainnya, beberapa jam setelah penyergapan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintah kan Kapolri segera meninjau tempat kejadian perkara, padahal dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, hal itu tidak pernah terjadi. Dia beranggapan SBY tengah melakukan pencitraan politis. Tudingan IPW dibantah Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar. Menurut dia, malam itu memang ada operasi khusus dari Densus 88 Polri untuk menyergap teroris.

Baca Juga:  Geledah Kos di Kiaracondong, Densus 88 Amankan Senpi & Amunisi

Perketat Keamanan

Sementara itu, Solo memperketat keamanan pascapenyergapan terhadap kelompok teroris oleh Densus. Seluruh anggota Kepolisian Resor Kota Surakarta yang berada di lapangan diwajibkan melapor tiap satu jam mengenai kondisi kamtibmas dan hal-hal yang mencurigakan. “Sebelumnya anggota diwajibkan melapor tiap tiga hingga empat jam sekali tentang situasi terkini di lapangan ke markas melalui radio,” kata Kepala Bagian Operasional Polresta Surakarta Kompol Arif Djoko Saptono.

Selain mengubah sistem pengamanan, polisi juga melakukan penambahan jumlah personel yang bertugas dari Satuan Brimob dan TNI. Menurutnya, tujuan penambahan jumlah personel tersebut untuk mengantisipasi aksi teror susulan. “Selain anggota yang berpatroli, kami juga menyiagakan personel Brimob yang di-back-up TNI,”ujarnya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah objek vital di Kota Solo seperti pusat perbelanjaan Solo Grand Mal (SGM), Solo Square, dan Solo Paragon terlihat mendapat penjagaan ketat dari personel Polri dan TNI bersenjata lengkap. Di beberapa ruas jalan baik di tengah kota maupun di perbatasan juga terlihat patroli dari petugas gabungan Polri-TNI. Aksi keprihatinan atas terorisme kemarin ditunjukkan sejumlah elemen Kota Solo.

Aksi tersebut diawali dengan drama teatrikal dua warga Solo yang memerankan Bripka Dwi Data Subekti dan Bripda Suherman saat gugur dalam bertugas. Keduanya terlentang tak bergerak di badan jalan dengan ditandai garis layaknya saat olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebuah poster dipasang di lokasi aksi tertulis “Pray for DD Subekti dan Suherman”.“ Kegiatan ini adalah bentuk reaksi kami sebagai warga Solo terhadap peristiwa yang cukup menggemparkan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  15 Tahun Terbengkalai, JPO Kapten Muslihat Akhirnya difungsikan

Kita doakan arwah dua polisi itu diterima di sisi-Nya.Ini juga bentuk dukungan kepada Polri untuk tak gentar memberantas terorisme di Indonesia,” ujar Mayor Haristanto, penggagas kegiatan. Masih di ruas jalan yang sama, Forum Pemuda Lintas Agama Kota Surakarta membagi- bagikan pamflet dan stiker kepada para pengunjung ruang bebas asap kendaraan bermotor itu.Isinya meminta polisi menegakkan ketertiban dan mengembalikan kondusivitas keamanan seperti sedia kala.

Masyarakat Kota Solo juga diminta untuk tidak terprovokasi informasiinformasi yang menyesatkan. “Kampanye ini berisi kecaman aksi teror, meminta warga tak terprovokasi, turut berduka terhadap korban,dan meminta polisi tidak surut nyalinya untuk menjaga ketertiban. Kenapa Solo sekarang tidak sekondusif dulu?” kata koordinator aksi Ida Bagus Eka Adi Saputra. Dari Pinrang, Sulawesi Selatan, suasana haru menyelimuti proses pemakaman jenazah Briptu (Anumerta) Suherman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Palia,Kabupaten Pinrang, kemarin.

Keluarga Suherman tampak memendam duka mendalam atas kepergian sulung yang menjadi kebanggaan keluarga itu. Sebagai bentuk penghormatan, ribuan warga turut mengantar jenazah anggota Densus 88 ini ke tempat peristirahatan terakhirnya.Sebagian besar merupakan warga Malimpung, Desa Padalloang, Kecamatan Atampanua, kampung halaman Suherman.

Suherman gugur dalam peristiwa baku tembak polisi dengan teroris di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/8) malam. Upacara pemakaman secara militer yang dipimpin inspektur upacara Kabid Humas Polda Sulselbar AKBP Chevy Ahmad Sobari dilakukan pada pukul 10.30 Wita yang ditandai dengan tembakan salvo ke udara.Tangis seketika pecah saat peti jenazah dimasukkan ke liang lahat. krisiandi sacawisastra/ abdul alim/andi indra/ agus nyomba/ant

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

About Author: Tubagus Iwan Sudrajat

Gravatar Image
Tubagus Iwan Sudrajat ialah seorang penulis artikel di Bandung, Jawa Barat. Dia juga penulis artikel di beberapa blog dan media online.