PBB: “Elemen Asing” Bermain di Konflik Suriah

by -16 views

foto:AFP /DJILALI BELAID

Semakin banyak “elemen asing”, termasuk kaum jihadis, beroperasi di Suriah, kata panel independen PBB, Senin (17/9/2012), dalam laporan pertamanya tentang konflik di Suriah. Komisi itu juga mengatakan, “teroris” luar Suriah menyebabkan perang saudara itu tidak lagi terkendali.

Dalam laporan pada Dewan Keamanan PBB itu, komisi penyelidikan bentukan Dewan HAM PBB itu mengatakan beberapa kekuatan asing bergabung dengan kelompok-kelompok antipemerintah, sementara sejumlah lainnya beroperasi sendirian.

“Elemen-elemen tersebut cendrung mendorong para petempur antipmerintah ke posisi yang lebih radikal,” kata Paulo Sergio Pinheiro, diplomat dan profesor asal Brasil yang mengetuai komisi penyelidikan itu.

Pinheiro menyebut orang-orang asing itu sebagai “teroris”, meskipun dalam laporan tertulisnya tidak ada kata tersebut.

Para aktivis menyebut sedikitnya 23.000 orang tewas selama konflik di Suriah yang telah berlangsung 18 bulan itu.

Komisi itu menuduh aparat pemerintah dan milisi pro-rezim shabiha melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, eksekusi, penyiksaan, pengadilan tidak semena-mena, kekerasan seksual, dan penganiayaan terhadap anak-anak.

Meskipun demikian, kelompok antipemerintah juga tidak luput dari tudingan komisi tersebut. Pasukan-pasukan pemberontak juga dituduh melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, eksekusi di luar pengadilan, serta penyiksaan.

Pinheiro mengatakan kondisi hak asasi manusia di negara itu “memburuk hingga pada tingkat yang sulit digambarkan dalam beberapa kata. Pelanggaran HAM yang mengerikan terus meningkat dalam jumlah, kecepatan, dan bobot.”

Dikatakannya, frekuensi “pelanggaran (HAM) yang mengerikan” sangat besar sehingga timnya tidak mampu lagi menyelidiki semuanya.

“Rakyat sipil, banyak di antaranya anak-anak” menghadapi dampak terburuk kekerasan yang meningkat,” terangnya.

Sejak awal pemerintah Suriah menuduh bahwa pemberontakan antipemerintah yang dimulai pada Maret 2011 itu merupakan konspirasi asing. Damaskus menuduh sejumlah negara Teluk dan Barat mendanai dan melatih para pemberontak, yang mereka sebut sebagai teroris.

Duta Besar Suriah untuk PBB Faysal Khabbaz Hamoui mempertanyakan obyektivitas dan akurasi laporan tersebut. Meskipun demikian dia tampaknya setuju dengan Pinheiro dalam hal kekuatan asing yang bermain di negaranya.

Katanya di hadapan para diplomat di DK PBB, Hamoui mengatakan, “banyak pihak internasional berkaitan dengan meningkatnya krisis di Suriah.”

Menanggapi hal itu, Dubes Turki di PBB Oguz Demiralp mngatakan bahwa “krisis ini terus meningkat tanpa akhir tampak di depan mata.”

sumber:kompas.com