Dana Ujian Sekolah Terpaksa Pakai Tabungan Siswa

by -11 views
Ilustrasi

Seluruh pengelola sekolah dasar (SD) di Kota Sukabumi terpaksa merogoh tabungan siswanya untuk membiayai pelaksanaan ujian sekolah.

Langkah ini dilakukan karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami keterlambatan pencairan selama satu pekan. SDN Sukakarya III menjadi salah satu SD yang terpaksa menggunakan uang tabungan siswa untuk pembiayaan ujian sekolah.”Karena untuk penyelenggaraan ujian dibutuhkan biaya, seperti pengadaan kertas lembar soal dan jawaban ujian. Untuk menutupi kebutuhan itu semua,kami terpaksa menggunakan tabungan siswa,” kata Dedi Junaedi,Kepala SDN Sukakarya III.

Dedi mengatakan,dana BOS yang terlambat cair itu merupakan pengalokasian operasional untuk Oktober hingga November dengan besaran dana yang seharusnya diterima setiap siswa sebesar Rp580.000 per tahun. Angka tersebut lebih besar dari besaran BOS yang diterima para siswa pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp400.000 per tahun.

Dana bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pembiayaan pelaksanaan ujian, akan tetapi juga penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya. ”Proses penggunaan tabungan siswa ini tidak semudah yang dibayangkan.Tentu saja kami akan meminta persetujuan pihak administrasi sekolah. Sebab, dana tabungan tersebut sangat berarti bagi para siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya.Dengan begitu, kami berjanji uang tabungan siswa tersebut harus segera diganti setelah dana BOS dicairkan,”tegas Dedi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Tatan Kustandi menyatakan,pengelola sekolah harus lebih transparan dalam menggunakan dana pendidikan. Halterpentinglainnya adalahharus menghindari tindak pungutan liar dengan dalih pembiayaan ujian atau pembelian buku.

”Selama bersikap transparan,saya rasa masyarakat akan lebih mengerti. Tapi yang terpenting adalah masyarakat tidak dibebankan oleh biaya-biaya yang tidak jelas,”ungkapnya. toni kamajaya

sumber:seputar-indonesia.com