Pasca Bentrok Lampung Selatan, Ribuan Masih Mengungsi

by -13 views
Foto:seputar-indonesia.com

Bentrokan antarwarga di Lampung Selatan menyisakan beban psikologis pada para korban. Hingga kini 1.596 orang, 389 di antaranya anak-anak, masih mengungsi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bandar Lampung.

Mereka masih dilanda kecemasan dan ketakutan.Mereka juga belum berani pulang ke desa karena khawatir terjadi bentrokan susulan. ”Upaya-upaya pemulihan keamanan terus berjalan dari kepolisian,TNI, dan aparat setempat dalam membuka komunikasi untuk menutup keretakan sosial antarwarga. Situasi keamanan saat ini berlangsung kondusif,kami berharap warga dapat segera pulang ke rumah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta kemarin.

Boy mengungkapkan,untuk mempercepat pemulihan keamanan, kepolisian dan kelompok masyarakat tengah membahas sembilan butir perdamaian untuk kemudian disosialisasikan kepada kelompok masyarakat di Lampung Selatan.“Sekarangmasihberproses, kitaharapkan pula sembilan kesepakatan ituakanmewujudkanperdamaian antardua kelompok masyarakat,” kata dia. Bentrokan antarwarga terjadi di Desa Balinuraga,Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan,Minggu dan Senin (28-29/10),menewaskan 14 orang.

Kerusuhan yang melibatkan warga Desa Agom dan beberapa desa sekitarnya dengan warga Desa Balinuraga dipicu kecelakaan sepeda motor yang ditumpangi dua remaja wanita Balinuraga.Tapi, informasi yang beredar di masyarakat, kedua wanita tersebut mengalami pelecehan seksual. Provokasi inilah yang meletupkan amarah warga sehingga terjadi serangan. Pantauan di lapangan, aparat gabungan dari TNI dan Polri kemarin terus membersihkan puing-puing rumah warga yang dirusak dan dibakar massa saat terjadi kerusuhan.Namun karena banyaknya material, upaya itu belum terselesaikan.

Polisi juga melakukan patroli rutin menyisir seluruh desa menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, terutama di daerah-daerah perbatasan antardesa. Bila situasi Desa Balinuraga masih sepi karena mayoritas penduduknya mengungsi, sebagian penduduk Desa Sidoreno sudah kembali menempati rumahnya. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengungkapkan, penyelesaian konflik harus dilakukan bersamasama antara tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah daerah setempat.

“Penyelesaian konflik harus segera dilaksanakan sehingga para pengungsi dapat segera kembali ke rumah masingmasing,” kata Kalla seusai mengunjungi pengungsi di SPN Kemiling, Bandarlampung,kemarin. Menurut mantan Wakil Presiden itu, semua pihak tentu berkeinginan untuk segera dilakukan perdamaian antara kedua pihak yang bertikai sehingga tidak timbul permasalahan di kemudian hari.“Kejadian yang merupakan kedua kalinya ini antara lain timbul karena adanya kesenjangan atau masalah sosial, juga karena kurang rasa pengertian antarkedua pihak,”ujar dia.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Ode Ida mengemukakan,keretakan sosial terjadi karena adanya disharmoni di daerah.Dia menyarankan agar dijadwalkan agenda khusus untuk menggambarkan peradaban multikultural dalam suatu wilayah sehingga negara bisa menjadikan masyarakat untuk hidup rukun dan damai. ●ayu rachmaningtyas/ant

Sumber:seputar-indoensia.com