TMB, Diresmikan meski Selter Belum 100% Selesai

by -4 views
Foto : seputar-indoensia
Foto : seputar-indoensia

Pemkot Bandung meresmikan pengoperasian Trans Metro Bandung (TMB) koridor 2 jurusan Cicaheum-Cibeureum, kemarin.

Sebanyak 10 unit bus telah dioperasikan di koridor ini sejak 10 Desember lalu.Namun demikian, kondisi selter (halte) belum sepenuhnya selesai. Jika selter di Terminal Cicaheum sudah dilengkapi ticket box, penghalang antrean, dan petugas,namun hal itu tidak di tempat lain. Pantauan SINDO, selter-selter lain di Jalan Ahmad Yani yakni di Pasar Kosambi dan seberang Stadion Sidolig belum dilakukan pengecatan rangka dan bangunan atap yang kurang sempurna.

Di samping itu, semua selter lainnya belum memiliki ticket box. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung EM Ricky Gustiadi, terdapat 19 selter TMB di koridor 2.Namun,dia mengaku belum sempurnanya kondisi selter terkendala waktu. “Target tahun depan sudah bisa dipakai semua dengan sempurna. Ini sudah ada 19 selter dan kondisinya baru 80%.Ya terkendala waktu saja,” ujar Ricky.

Selter tersebut tersebar sebanyak sembilan unit di Jalan Jenderal Ahmad Yani, satu masing- masing di Jalan Jakarta, Jalan Sudirman, Jalan Elang, Jalan Ibrahim Adjie, dan dua masing-masing di Jalan Asia Afrika, Jalan Kebonjati,serta Jalan Rajawali Timur. Menurut Ricky, anggaran untuk melaksanakan pengoperasian TMB koridor 2 dalam dua minggu terakhir bersumber dari APBD Kota Bandung, yakni Rp455 juta dan baru terserap Rp208 juta.

Sementara untuk pembangunan selter menghabiskan dana Rp1,4 miliar.Tahun depan, pihaknya juga mengusulkan dana pembangunan selter di koridor 3 Setrasari- Cicaheum sebanyak 13 koridor. “Sudah diusulkan anggaran untuk pembangunan selter TMB dilengkapi sistem tiket elektronik smart card. Dengan sistem ini, pendapatan, tujuan perjalanan, jumlah penumpang, hingga pergerakan dan kecepatan kendaraan dapat terkontrol,”ujarnya.

Meski baru dua minggu, TMB koridor ini sudah memuat 12.800 penumpang. Di antaranya 60% penumpang umum dan 40% pelajar dan mahasiswa. Tarif ongkos keduanya berbeda, penumpang umum Rp3.000, pelajar dan mahasiswa Rp1.500.

Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kemenhub Joko Sasono yang hadir dalam peresmian koridor 2 TMB mengapresiasi adanya armada ini. “Pengoperasian bus ini adalah untuk efisiensi penggunaan jalan. Kita bisa melihat tampungan bus 80 penumpang dari 14 x3 meter yang akan punya keunggulan dibanding mobil pribadi,” tutur Joko.

Kehadiran TMB bisa mengurangi kemacetan lalu lintas, dan perlu dimaksimalkan agar angkutan umum jadi pilihan kenyamanan masyarakat. “Kita harus memberikan kenyamanan dalam penyelenggaraan TMB. Nanti, traffic light kita akan upayakan koneksivitasnya dengan Information Communication Technology atau ICT. ICT ini yang akan menyetel secara otomatis,deteksi bus yang satu menit menuju perempatan, lampu akan menunjukkan warna hijau atau boleh lewat,”ungkap Joko.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan, angkutan massal tidak bisa tidak ada dalam suatu sistem transportasi.“ Dengan adanya bus, macet berkurang,”kata Dada.Kontribusi bus mengurangi kemacetan sebanyak 40%. Dada mengatakan, TMB dan busDAMRI mengurangi masing-masing 20% sumber kemacetan.

Tentunya karena ada aturan 15 meter dari selter harus bebas dari kendaraan berhenti atau parkir, Dada meminta tidak ada diskriminasi dalam penertibannya. “Kalau mobil saya dan sopir saya parkir sembarangan, atau bahkan anak atau keluarga saya,derek saja,”ujar Dada. gita pratiwi

Sumber : seputar-indonesia.com