Loyalis Marzuki Alie: Waspadai Pengail di Air Keruh

by -27 views

13270257602025775877Menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, situasi menghangat dengan “perseteruan” antara Marzuki Alie dan Susilo Bambang Yudhoyono, menyusul pesan singkat ultimatum SBY menyoroti manuver Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu. Loyalis Marzuki menilai munculnya pesan singkat itu bisa jadi dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu.

“Situasi begini banyak yang mengail di air keruh. Ini harus diwaspadai, hati-hati yang mengail di air keruh,” ujar Ketua Divisi Logistik DPP Partai Demokrat Mulyadi di Kompleks Parlemen, Rabu (27/3/2013). Dia tidak menyebutkan siapa oknum yang kini memanfaatkan situasi yang sedang panas ini.

Pertemuan pengurus daerah di Ancol yang ditengarai sebagai manuver Marzuki Alie, ujar Mulyadi, sama sekali bukan agenda yang perlu ditakuti. “Itu hanya pertemuan biasa, nggak ada apa-apa. Sifatnya hanya memfasilitasi para pengurus daerah yang kesulitan tiket. Kami khawatir kalau ada yang sampaikan ada agenda lain dari pertemuan itu kepada Pak SBY, padahal sama sekali tidak,” ucap Mulyadi.

Menurut Mulyadi, para pengurus daerah itu difasilitasi penginapannya selama di Jakarta, sebelum akhirnya bertolak ke Denpasar, Bali. Fasilitas ini, sebut dia, adalah bentuk tanggung jawab Marzuki.

Lagi pula, tambah Mulyadi, Marzuki sudah berkomitmen tidak akan maju jika SBY masuk dalam bursa calon ketua umum Partai Demokrat. Bila SBY memang menjadi calon, Marzuki pun menginstruksikan seluruh pendukungnya mengalihkan suara ke SBY.

SBY, sebut Mulyadi, merupakan tokoh yang tepat memimpin Demokrat saat ini karena tidak akan menimbulkan perpecahan di tubuh Demokrat. “Instruksi Pak Marzuki jelas. Saya yakin 1.000 persen Pak Marzuki juga kader lainnya loyal kepada SBY. Tidak akan ada yang menolak,” katanya.

Partai Demokrat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 30-31 Maret 2013. KLB itu dilakukan untuk memilih ketua umum baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Saat ini, sejumlah kader internal namanya mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketum, yakni Saan Mustopa, Tri Dianto, Marzuki Alie, Hadi Utomo, hingga Syarief Hasan. Namun, setelah pertemuan di Cikeas pada pekan lalu, dukungan justru menguat ke arah keluarga Cikeas, terutama SBY dan dua anggota keluarganya, Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhyono menjelang KLB mengirim pesan singkat kepada Marzuki Alie. Isinya mempertanyakan alasan Marzuki melakukan sejumlah pertemuan dengan pengurus daerah.

Tim sukses Marzuki memang sempat mengumpulkan para pengurus daerah di Makassar, Sulawesi Selatan, dan juga Ancol, Jakarta. Marzuki berdalih bahwa pertemuan di Ancol dilakukan hanya untuk memfasilitasi para pengurus daerah yang kesulitan mendapat tiket pesawat ke Bali.

Sumber : kompas.com