
Sebagai pengganti nasi, warga mengonsumsi singkong. Hal itu sesuai ajaran yang diwariskan nenek moyang mereka sejak puluhan tahun lalu.Tak hanya itu, meski hanya mengonsumsi singkong setiap hari, Abah atau warganya belum mengalami masalah kesehatan berarti. Bahkan, banyak orang seusianya mulai mengalami berbagai penyakit, tapi Abah selalu dalam kondisi fit.
Apalagi dia masih sibukan bertani dan beternak. ”Pada dasarnya singkong merupakan bahan makanan dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi. Dengan kandungan serat yang tinggi, membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu yang lama dan tenaga pun terasa berlipat ganda,” ucapnya.
Dengan menonsumsi singkong, kampung adat ini justru menjadi kampung percontohan ketahanan maupun diversifikasi pangan yang berhasil di Jawa Barat. “Ketahanan pangan yang dikembangkan bersama masyarakat ini, selain untuk dikonsumsi, singkong juga dijadikan sebagai lahan untuk usaha,” katanya. dila nashear
Sumber : koran-sindo.com






