Polisi Jambi yang Diduga Menembak Jurnalis Diperiksa Intensif

by -2 views
Anton Nugroho, wartawan Trans7 yang tertembak saat meliput aksi demo menentang kenaikan harga BBM di Jambi.
Anton Nugroho, wartawan Trans7 yang tertembak saat meliput aksi demo menentang kenaikan harga BBM di Jambi.

Kabid Propam Polda Jambi AKBP Nurcholis mengatakan, pihaknya intensif memeriksa Briptu Dodi terkait pelanggaran disiplin.

Sedangkan untuk pelanggaran pidana, kata Nurcholis, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Anton Nugroho atau pihak perusahaan yang menaunginya. Menurut Nurcholis, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai yang diterima.

“Silakan saja kalau mau melaporkan masalah pidananya. Kalau memang ada laporannya, nanti yang pidana akan didahulukan. Namun, untuk pelanggaran disiplin dan etikanya tengah kami periksa,” tutur Nurcholis.

Pihak Polda Jambi juga sempat memerlihatkan Briptu Dodi yang telah diamankan Bid Propam Polda Jambi kepada para wartawan, yang menggelar aksi solidaritas di Mapolda Jambi, Selasa (18/6/2013).

Dalam aksinya, puluhan jurnalis meminta Polda mengusut secara tuntas, termasuk menghukum pelakunya sesuai ketentuan berlaku.

Mereka membentangkan pamflet menyuarakan solidaritas terhadap insiden yang melukai Anton.

“Pecat oknum polisi yang tidak disiplin dan secara sengaja menembak wartawan,” teriak pendemo.

Hanya, wartawan tidak diperkenankan bertanya atau mewawancarai Briptu Dodi, karena masih dalam pemeriksaan oleh Propam.

“Hingga kemarin, sudah ada lima orang yang diperiksa,” kata Kabid Propam Polda Jambi, AKBP Nurcholis, saat dikonfirmasi wartawan via handphonenya, kemarin.

Dari lima orang yang diperiksa, lanjut Nurcholis, satu di antaranya adalah Briptu Dodi, yang diduga lalai sehingga menyebabkan Anton tertembak.

Sedangkan empat orang lainnya, Nurcholis mengaku tidak mengingatnya. Namun, ia mengatakan bahwa satu dari empat orang tersebut adalah wartawan, yang diduga melihat langsung kejadian tersebut.

“Namun, barang bukti belum diserahkan. Untuk laporan masalah disiplinnya, sudah dibuat,” paparnya, kemarin.

Kapolri Minta Maaf

Sementara, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyampaikan permohonan maaf atas tertembaknya wartawan, saat meliput aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di Jambi, Senin (17/6/2013).

Kapolri memastikan akan mengusut kasus ini sampai tuntas.

“Saya mohon maaf, karena kebetulan ada di kerumunan itu. Semua wilayah polda dan polres melakukan pemeriksaan, kok bisa menimbulkan korban,” ujar Timur di Kompleks Parlemen, Selasa.

Timur melanjutkan, aparat kepolisian juga akan bertanggung jawab atas pemulihan kondisi kesehatan bagi para wartawan yang tertembak gas air mata oleh aparat kepolisian.

“Polisi akan bertanggung jawab sampai dia sembuh,” tegas jenderal bintang empat. (*)

sumber+foto:tribunnews.com