Capres Golkar Bebas Tentukan Siapa yang Jadi Cawapres

by -1 views
1454186ARb-Idrus-Marham780x390
Ketua Umum Partai Golongan Karya, Aburizal Bakrie (kiri) dan Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya, Idrus Marham menunjukkan nomor urut partai saat Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Partai Peserta Pemilu Anggota DPR dan DPRD 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Senin (14/1/2013). Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan 10 partai politik dan tiga partai politik lokal Aceh lolos menjadi peserta Pemilu 2014. | Sumber: Kompas.com

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham tidak menampik adanya kemungkinan partainya membahas calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Aburizal “Ical” Bakrie dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar. Semua usulan yang masuk menganai cawapres akan menjadi pertimbangan Ical untuk memilih pendampingnya di Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) tahun depan.

Idrus menjelaskan, agenda utama dalam Rapimnas yang akan digelar Oktober nanti adalah melakukan evaluasi kerja politik Partai Golkar. Pembahasannya dikerucutkan pada upaya pemenangan Golkar dalam Pilpres dan pemilihan legislatif (pileg) periode 2014-2019.

“Tema sentralnya pada pemantapan langkah dan strategi pemenangan di pileg dan pilpres. Dalam rapimnas sebelumnya, penentuan cawapres menjadi wewenang capres yang kita usung,” kata Idrus, dalam jumpa pers, di ruang Fraksi Golkar, Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Meski begitu, lanjut Idrus, Golkar akan memerhatikan aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh kader-kader Golkar dalam Rapimnas nanti. Menurutnya, pembahasan cawapres dalam Rapimnas Golkar sangat wajar terjadi dan sulit dibendung.

“Misalnya dari Jatim mengajukan Soekarwo dan Khofifah, Kaltim mengajukan Pramono Edhie, ada yang mengajukan Jokowi, Mbak Puan, Mahfud MD, itu akan dipertegas dalam rapimnas. Jadi keputusan diambil setelah memperhatikan aspirasi itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Golkar membidik perolehan suara nasional dalam pemilihan umum tahun depan sangat tinggi. Tak tanggung-tanggung, target yang dipatok jauh melebihi target Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Idrus menuturkan, partainya memasang target perolehan suara nasional sekitar 30 persen sampai 35 persen. Target tinggi itu dianggap realistis merujuk pada hasil positif yang diraih dari pemilihan kepala daerah di berbagai tempat.

Sumber: Kompas.com