Bentrok di Mesir Tewaskan Seorang Jurnalis Wanita

by -7 views

245729_bentrok-di-mesir_663_382Bentrokan kembali terjadi di Kairo timur, Mesir, Jumat, 28 Maret 2014. Kali ini, bentrokan melibatkan massa pendukung Ikhwanul Muslimin dan pasukan keamanan Mesir.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengungkapkan sedikitnya lima orang tewas dalam kejadian itu. Salah satunya merupakan jurnalis perempuan, Mayada Ashraf.

Al-Dustour, media tempat Ashraf bekerja menerangkan, gadis 20 tahun itu tewas akibat luka tembak fatal. Saat terbunuh, ia sedang berada di tengah bentrokan untuk melakukan tugas peliputan.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyalahkan kaum Ikhwanul Muslimin yang bersenjata, atas banyaknya warga tewas dalam bentrok itu. Seorang pejabat kesehatan mengaku satu di antara lima yang meninggal, terkena peluru tajam.

Ikhwanul Muslimin juga disebut menembakkan rudal. Ditambahkan kementerian, 79 pengunjuk rasa memiliki bom molotov dan senjata api.

Sebaliknya, Ikhwanul Muslimin menyalahkan petugas keamanan yang menyerang demonstran dengan gas air mata. Menurut mereka, aksi protes berlangsung damai sampai petugas keamanan bertindak.

Menurut stasiun berita CNN, protes melejit lantaran Panglima Militer Mesir, Abdel Fattah El-Sisi menyatakan mengundurkan diri dan ingin mencalonkan sebagai presiden. Para pendukung Presiden Mesir yang telah tergulingkan, Mohammed Morsy pun “naik darah”.

Kebetulan, presiden itu merupakan mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin. Ia digulingkan Sisi tahun lalu, karena terus diprotes massa. Morsy sendiri merupakan presiden pertama Mesir yang dipilih rakyat tahun 2012.

Sebelumnya, selama tiga dekade Mesir dipimpin dibawahi satu kepemimpinan Hosni Mubarak. Tahun 2011, ia pun digulingkan protes rakyat.

Namun sejak Morsy juga digulingkan, protes yang disertai bentrokan makin sering terjadi. Ikhwanul Muslimin pun seakan diberantas. Senin lalu, lebih dari 500 Ikhwanul Muslimin divonis mati. Oposisi Islam mengecam Sisi, lantaran dianggap sebagai dalang atas kudeta kepemimpinan Morsy. (viva.co.id)