Curug Baligo Perlu Pengelolaan Profesional

by -4 views

curugbaligoCurug Baligo, yang terletak di Blok Baligo, Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, adalah salah satu objek wisata air terjun di Kabupaten Majalengka, namun keberadaannya belum banyak dikenal masyarakat, bahkan masyarakat Majalengka itu sendiri.

Hal itu mungkin karena keberadaan objek wisata ini belum dikelola dengan baik dan profesional sehingga masyarakat tidak banyak yang tahu. Atau mungkin juga karena curug tersebut adanya di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dan tanah milik masyarakat sehingga menyulitkan pengelolaan.

Menurut sejumlah warga di Desa Padaherang, sebetulnya bila objek wisata tersebut dikelola dengan baik dan profesional akan banyak pengunjung. Saat ini pun pada hari libur tidak kurang dari 300 hingga 500 orang per hari.

“Kunjungan hari libur lumayan banyak, kami bisa berjualan minuman dan makanan serta mi rebus,” ungkap Oneng salah seorang pedagang makanan di dekat curug.

Sementara ini pengunjung ke curug tersebut baru berasal dari kalangan remaja, seusia SMP, SMA atau mahasiswa, dan kebanyakan pengunjung anehnya bukan berasal dari warga Majalengka melainkan dari wilayah Cirebon dan Indramayu. Terlihat dari bahasa pengantar yang mereka gunakan pada umumnya bahasa Cirebon dan Indramayu.

Untuk menempuh ke Curug tersebut, bisa dijangkau dari Lengkong Wetan, kemudian menuju Bumi Perkemahan Cipancar. Dari arah tersebut belok kearah kiri menuju Desa Padaherang. Tidak banyak penunjuk arah menuju lokasi wisata tersebut malah nyaris tidak ada penunjuk arah, sehingga bagi pengunjung baru harus banyak bertanya, termasuk bila sudah sampai di Desa Padaherang.

Pengelola objek wisata Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) nampak hanya memungut retribusi masuk. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua ataupun roda empat harus mencari lahan parkir sendiri di pekarangan warga, Karena berbagai keterbatasan tersebut tidak tampak bahwa di desa tersebut ada objek wisata.

Dari pemberhentian atau lokasi parkir, untuk mencapai ke lokasi curug harus menempuh jarak sekitar 700 meteran, pengunjung melintasi pekarangan penduduk, setelah itu menuruni tangga yang sudah di tembok kasar selebar kurang lebih 50 cm. Tangga tersebut menurut Oneng, Uci dan Inoh dibangun oleh salah seorang pengusaha dari Majalengka menjelang Pemilukada Bupati beberapa waktu lalu, itupun tidak sampai di lokasi hanya sekitar 500 meteran. Sebelumnya untuk menuju lokasi melintasi jalan setapak menyusiri pematang sawah dan kebun warga tak heran bila hujan jalanan licin.

Namun kondisi tersebut akan terobati setelah berada di sungai kecil di bawah curug yang ketinggiannya mencapai kurang lebih 100 meteran. Beberapa meter dari curug air sudah terasa seperti embun. Air curug megalir di sungai selebar 5 meteran.

Air sungai tersebut menurut warga setempat, meski hujan tak pernah kerung, air tetap bening, karena air berasal dari mata air pengunungan, selain itu di sungai banyak bebatuan yang mungkin bisa menjerihkan air sungai. Lokasi curug itu sendiri diapit oleh dua bukit yakni Bukit Baligo dan Bukit Padabeunghar yang arealnya masuk ke wilayah Kabupaten Kuningan. Dedahanan dari kiri dan kanan sungai rimbun menaungi sisi sungai.

Pengunjung yang ingin mandi menikmati jernihnya air sungai, bisa leluasa karena disana juga terdapat kubangan air yang besar (sunda:leuwi) yang dari kanan dikiri terdapat batu besar sehingga walapun mandi dengan setengah telanjang akan tertutup dari penglihatan orang.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Majalengka Hj.Suratih Puspa ketika dimintai konfirmasi hal tersebut membenarkan kalau Curug Baligo belum dikelola dengan baik, sehingga keberadaannya tak banyak dikenal. Pihaknya berjanji kedepan akan berupaya menata kawasan tersebut yang kemungkinan penataan dan pengelolaannya dikerjasamakan dengan TNGC dan Kompepar sehingga bsia saling bersinergi.

Sumber: pikiran-rakyat.com