Polisi Duga Ada Perkelahian Sesama Praja Putri IPDN

by -12 views

ipdnSUMEDANG – Kabar mengenai praja putri IPDN menjadi korban cipratan lumpur belum ada kepastian. Namun, informasi yang diterima polisi, mereka justru menjadi korban dugaan penganiayaan.  

Kapolsek Jatinangor, Kompol Roedy de Vries, mengungkapkan, pihaknya mendapat kabar bahwa pada Minggu 27 April 2014 terjadi tindak pidana penganiayaan sesama praja, sehingga dia melakukan pengecekan ke kampus tersebut.

Roedy mengaku sudah bertemu langsung dengan Kabiro Kemahasiswaan IPDN, Benhard Rondonuwu, untuk memastikan informasi itu. Dalam pertemuannya tersebut, dikabarkan jumlah korban sebanyak empat orang.

“Tapi, pihak IPDN belum kasih data (korban),” kata Roedy saat melakukan pengecekan ke Kampus IPDN, Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (29/4/2014).

Meski terkesan ‘misterius’, pihak kepolisian akan terus bergerak mencari fakta sebenarnya mengenai dugaan penganiayaan tersebut. Pasalnya dari pertemuan itu, ada unsur yang memenuhi telah terjadinya penganiayaan.

“Pak Benhard menyebut ada gesekan saat praja melaksanakan kegiatan di Gunung Manglayang. Diduga imbas dari gesekan itu berlanjut ke perkelahian di Kampus IPDN atau saat pulang dari gunung itu,” tuturnya.

Meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dugaan penganiayaan tersebut, pihaknya akan tetap menyelidiki dengan berkoordinasi bersama Satreskrim Polres Sumedang. Nantinya jika terdapat fakta dan bukti penganiayaan, maka pihaknya akan meneruskan kasus ini ke tingkat selanjutnya.

(Okezone)