16 Jalan Utama Kawasan Rawan Macet Kota Bogor

by -4 views

angkot-macet-53b500ac811adKemacetan di Kota Bogor dinilai Wali Kota Bogor Bima Arya bukan karena single factor. Beberapa penyebabnya seperti minimnya kesadaran berlalu lintas dan menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan menjadi salah satu alasannya. Dari data DLLAJ Kota Bogor, jumlah angkutan kota dalam trayek hanya berjumlah 3.412 kendaraan. Jumlah itu terbagi ke dalam 23 trayek yang ada di Kota Bogor, seperti 03 Bubulak-Barangsiang dan 02 bubulak-Sukasari. Sedangkan angkutan angkutan kota dalam provinsi (AKDP), seperti jurusan Sukasari-Cisarua dan mobil L-300 Bogor-Sukabumi, jumlahnya 4.644 yang dibagi menjadi sepuluh trayek. ”Selain itu, didominasi bus serta angkutan tidak dalam trayek seperti mobil travel pariwisata dan taxi. Namun, hanya ada di titik-titik tertentu dan mereka lebih banyak menggunakan akses tol,” ungkap Kasi Angkutan Dalam Trayek DLLAJ Kota Bogor Ari Priyono. Menurut Ari, angkot tidak bisa dijadikan satu-satunya aspek penyebab kemacetan. Karena, jumlahnya kalah jauh dibandingkan kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor. Ya, alasan tersebut nampaknya cukup masuk akal. Ada 16 kawasan ditetapkan sebagai biang macet. Yaitu, Jalan Raya Tajur-Ekalokasari, Cipaku dan sekitarnya, Simpang Batutulis-BNR, Jalan Empang-Mal BTM, Gunung Batu, Jalan Suryakencana-Otista, Jembatan Merah. Kemudian, Jalan Merdeka, Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Warungjambu-Talang, Pasar Anyar-Stasiun Bogor, Baranangsiang, Pajajaran, Kebon Pedes, dan Jalan Manunggal. Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas DLLAJ Kota Bogor Dody Wahyudin menjelaskan, ke-16 kawasan itu merupakan jalur-jalur padat yang biasa dilalui kendaraan dari berbagai arah, baik yang berasal dari Kabupaten Bogor atau wilayah lainnya. Menurut Dody, posisi Kota Bogor sebagai penyangga ibukota Jakarta serta ikon kota wisata dan kuliner sangat berpengaruh pada kondisi lalu lintas. Banyak kendaraan dari luar kota yang berkeliaran di jalan-jalan Kota Bogor, terutama saat musim liburan. Tak hanya itu, menurut ayah empat anak itu, sarana prasarana penunjang jalan memberikan andil besar dalam kemacetan. Misalnya saja soal ketersediaan lampu lalu lintas yang kondisinya banyak yang rusak. ”Ya, kita akui lampu lalu lintas sering mati. Itu karena jenis lampunya AC sehingga rawan terkena petir, kini kami akan alihkan semuanya ke DC,” katanya.

(heibogor)