Sutradara Indonesia di Hollywood

by -54 views

liviTaman itu mendadak riuh dengan tepuk tangan. Rupanya ada yang sedang unjuk kebolehan. Ia adalah sesosok gadis berkepang dua. Tampilannya sangat sederhana. Namun, aksi bela dirinya mampu memikat mata.

Gadis itu adalah Qiang Alice dan ini salah satu adegan dalam film Brush with Danger. Karakter Qiang diperankan oleh artis Livi Zheng. Ia tak hanya berlakon dalam film Hollywood tersebut, tapi juga duduk di bangku sutradara.

Patut diketahui, Livi bukanlah sineas asli Amerika Serikat (AS). Ia lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Livi lahir di Jawa Timur, 25 tahun lalu. Wanita yang fasih berbahasa Inggris ini memang memiliki ketertarikan dengan seni bela diri dan film sejak masih belia.

Ketika masih duduk di bangku SMP, ia ikut klub kendo. Di bidang ini, Livi sukses menorehkan prestasi. Beberapa kali ia berhasil membawa pulang piala.

“Saya juga pernah menjadi salah satu tim yang bertanding di pertandingan ASEAN Kendo Tournament di Singapura,” ujar Livi dalam surat elektronik kepada VIVAlife.

Berbekal kemampuan seni bela diri, Livi pun percaya diri terjun ke dunia film. Ia pertama kali bekerja sebagai pemeran pengganti. Bakatnya ini diperlihatkan dalam serial Laksamana Cheng Ho yang syutingnya dilakukan di beberapa negara ASEAN.

“Awalnya masuk ke dunia stunt ya, karena hobi bela diri itu,” ucapnya.

Di usia 18 tahun, Livi pindah ke Amerika Serikat (AS). Di Negeri Paman Sam itu, kecintaan Livi terhadap seni bela diri tak pupus.

Ia justru memetik banyak prestasi membanggakan dari berbagai kejuaraan karate. Misalnya, kejuaraan US Open di Florida, Washington State Karate Federation Invitational Tournament, USA National Karate Federation Qualifier, dan 36th Annual Shorinryu Open Karate.

“Memenangkan lebih dari 25 medali dan piala,” ujar dia.

Meski menuai sukses di bidang olahraga bukan berarti Livi melupakan hasratnya di bidang film. Pada saat lulus S1, ia akhirnya mendaftar S2 ke University of Southern California (USC).

Menurut Livi, ini merupakan universitas yang telah mencetak banyak sutradara top Hollywood. Mereka di antaranya George Lucas, sutradara Star Wars, dan Robert Zemeckis, sutradara Forrest Gump

“Saya banyak dengar bahwa program di USC sangatlah bermutu dan banyak filmmaker top Hollywood telah menimba ilmu di sana,” kata dia.

Debut film Hollywood

Ilmu yang didapat saat kuliah tak disia-siakan oleh Livi. Ia langsung menggarap sebuah film bertajuk Brush with Danger. Ibarat paket lengkap, Livi bertindak sebagai penulis naskah, pemain, sekaligus sutradara. Ia juga melibatkan sang adik dalam penggarapan film ini.
livi 2
Brush with Danger mengisahkan tentang kakak beradik Alice dan Ken yang meninggalkan negara kelahirannya untuk memulai kehidupan baru di AS. Keduanya menggunakan cara ekstrem, yakni bersembunyi dalam kontainer kapal. Tiba di AS, berbagai persoalan menanti Alice dan Ken.

Mengenai film Brush with Danger ini, Livi mengaku memperoleh inspirasi dari teman-teman imigrannya. Ini menuturkan, salah seorang di antara mereka melarikan diri dari Ethiopia ketika terjadi peperangan di negara itu.

“Perjuangannya untuk melarikan diri dan kekokohannya untuk bertahan hidup di Amerika telah membuat saya kagum,” ujar Livi.

Ia berharap dengan membuat film ini, rakyat dunia bisa menaruh simpati kepada orang-orang yang nasibnya tidak beruntung. Di sisi lain, ia juga berharap para imigran mendapatkan dukungan setelah menonton filmnya tersebut.

“Semoga dengan film ini, mereka dapat menjadi lebih tegar lagi dalam menjalani hidup dan juga mampu membantu sesama lainnya untuk bangkit apabila mereka berputus asa,” katanya.

Ia tak memungkiri bahwa tak semua orang bisa memahami dengan kondisi dan tindakan para imigran. Namun, bagi Livi yang berkesempatan menjalin hubungan dengan imigran, perjuangan mereka dinilainya benar-benar dalam.

“Sungguh, hati saya merasa tergerak untuk melakukan sesuatu bagi mereka,” ucapnya.

Syuting Brush with Danger hanya memakan waktu 27 hari dan dilakukan di Seattle serta Los Angeles. Namun, diakui Livi, ia memang lebih banyak menghabiskan waktu dalam proses pembuatan skenario serta post production.

Film Brush with Danger sudah premier di Los Angeles, pada 26 September 2014. Meski gaungnya tak sebesar film-film box office, kehadiran Brush with Danger cukup membetot perhatian pencinta film. Terbukti, tiket saat itu terjual habis.
livi 3
Selain dihadiri pejabat dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia seperti Acting Konsul Jenderal Sri Wahyuni, Konsul Ekonomi Endang Dewi Mardeyani, Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya Fiki Oktanio, Konsul Protokol dan Konsuler Pendekar Muda Leonard Sondakh, ada pula tamu-tamu penting dari Hollywood.

“Don Hall, Gubernur Academy of Motion Pictures and Arts (OSCAR) yang baru saja pensiun beberapa bulan lalu, yang menjabat sebagai gubernur selama 18 tahun juga turut hadir,” kata Livi.

Setelah mengantongi pengalaman sebagai sutradara Brush with Danger, Livi kembali melanjutkan perannya sebagai orang di belakang kamera dalam film terbaru yang judulnya masih dirahasiakan.

Film tersebut melibatkan beberapa aktor dan aktris yang cukup ternama. Sebut saja aktor John Savage yang sohor lewat film The Deer Hunter. Kemudian, ada pula Tony Todd yang terkenal lewat aktingnya di film Candyman serta The Rock.

Selanjutnya, film ini juga dibintangi oleh mantan artis cilik yang tenar berkat serial The Nanny, Madeline Zima, serta bintang PitchBlack dan Platoon, Keith David.

“Kami baru selesai syuting bulan lalu dan sekarang sedang dalam proses post-production,” ucap wanita yang bermimpi membuat film bersama artis top Sandra Bullock serta Natalie Portman.
livi 4
Kangen makanan Indonesia

Lama tinggal di AS, membuat Livi merindukan masakan Indonesia. Salah satunya, ayam goreng, bolu kukus, mi rebus, dan pisang goreng. “Waduh, bisa nggak habis daftarnya,” ujar Livi.

Meski tinggal jauh dari tanah kelahirannya, Livi beruntung memiliki sang adik yang selalu memberi dukungan. Menurut dia, Ken, merupakan sosok adik yang sangat menyenangkan dan memahami dengan baik dirinya.

“Saya mendiskusikan segalanya dengan dia, mulai dari ide skenario, blocking, hingga apa restoran terbaik di kota,” kata Livi.
livi 5
Kesibukannya sebagai seorang sutradara tak membuat Livi lupa dengan keluarga. Ia mengaku selalu meluangkan waktu sekitar satu jam untuk berbicara dengan keluarga tercintanya

“Saya menelepon orangtua saya setiap hari,” ucap dia.

(viva.co.id)