“Kebangetan” Kalau Tak Mengambil Beasiswa ke Belanda Ini!

by -3 views

beasiswa 1Setiap tahun ada 200 sampai 250 beasiswa StuNed untuk short course dan S-2 yang khusus diberikan untuk pelajar Indonesia. StuNed atau Studeren in Nederland (Studi di Belanda) memang khusus diberikan untuk pelajar Indonesia.
“Tak ada pesaing dari negara lain, cuma anak-anak Indonesia. Jadi, sekali lagi, kebangetan kalau tidak tertarik apply beasiswa ini,” kata Indy Hardono, Koordinator beasiswa Nuffic Neso Indonesia Neso, dalam persiapan StuNed Day 2015 di Den Haag, Belanda, Selasa (3/3/2015).

Ada tiga program beasiswa yang bisa diraih pelajar Indonesia lewat skema StuNed. Ketiga program itu adalah:

1.Beasiswa StuNed untuk program Master (individual application)

Program Master diselenggarakan oleh institusi pendidikan tinggi internasional di Belanda untuk jangka waktu pendidikan 12-24 bulan. Program ini berakhir dengan diperolehnya gelar Master dari Belanda yang diakreditasi oleh NVAO (Nederlands – Vlaamse Accreditatie Organisatie).

2.Beasiswa Program Short Course (individual application)

Program Short Course meliputi kursus-kursus spesialis bertaraf internasional dengan waktu penyelenggaraan 2 – 12 bulan dan diakhiri dengan pemberian sertifikat atau diploma. Program ini diselenggarakan oleh institusi pendidikan tinggi internasional atau pusat pengetahuan keahlian lainnya di Belanda.

beasiswa 2
3. Beasiswa Tailor Made Training (group application)

Program Tailor Made Training diperuntukkan bagi organisasi yang berkeinginan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya. Program ini biasanya berlangsung selama tiga minggu dan diberikan oleh institusi pendidikan tinggi internasional atau pusat pengetahuan keahlian lainnya. Pilihan modul, jadwal, lokasi dan jangka waktu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi pemohon.
Indy mengatakan, StuNed memprioritaskan bidang-bidang meliputi Perdagangan Internasional, Keuangan dan Ekonomi, Transportasi, (Agro) logistik dan Infrastruktur, Keamanan dan Penegakan Hukum, Air, Agro-Pangan dan Hortikultura, serta Manajemen Kesehatan. Perguruan tinggi di Belanda sendiri menawarkan berbagai program magister dan kursus singkat yang diajarkan dalam bahasa Inggris terkait bidang-bidang prioritas tersebut.

Adapun program studi itu antara lain Hubungan Internasional, Diplomasi Internasional, Hak Asasi Manusia dan Hukum Pidana, Perdagangan Internasional dan Hukum Investasi, Bisnis dan Ekonomi Internasional, Manajemen Air, Pengembangan Lahan dan Air untuk Ketahanan Pangan, Manajemen Rantai Produksi Pertanian, Manajemen Logistik, dan Ekonomi Kesehatan.

“Tapi, masih banyak lagi program yang ditawarkan di Belanda terkait salah satu atau beberapa bidang prioritas itu,” kata Indy.
beasiswa 3
Beruntungnya, tenggat waktu pendaftaran program beasiswa Studi di Belanda (Studeren in Nederland) atau StuNed ) diperpanjang hingga 1 April 2015. Sebelumnya, pendaftaran ditutup hanya sampai 15 Maret 2015 untuk program master (S-2) dan 1 Maret 2015 untuk short course.

“Diperpanjang lagi karena ada dana tambahan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Perpanjangan ini berlaku untuk semua program StuNed, yaitu magister, short course, dan Tailor-Made Training,” ujar Indy.

“Berlaku juga untuk semua program studi dengan fokus khusus bidang terkait dengan iklim bisnis dan investasi,” tambahnya.

Indi mengatakan, penawaran StuNed bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia dengan fokus pada pelamar berprestasi tinggi dan para profesional muda. Selain itu, program beasiswa ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara warga dan organisasi dari Indonesia dan Belanda sehingga dapat memperkuat kerjasama bilateral kedua negara.

Selama periode 2000-2014 alumni beasiswa StuNed tercatat mencapai 1.746 mahasiswa. Sementara untuk beasiswa short course sebanyak 1.455.

Bagi pelamar yang tertarik, informasi lengkap mengenai program beasiswa ini dapat ditelusuri di www.studyfinder.nl. Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai StuNed tersedia di www.nesoindonesia.or.id.

“Secara umum target beasiswa ini adalah mid-career professional. Kami menerjemahkannya dengan pengalaman bekerja minimal dua tahun di instansi si pelamar itu bekerja,” ujarnya.

(Kompas)