Pesona Curug Cigamea Diburu Wisatawan

by -8 views

cigameaSUARA deburan air mulai terdengar. Di depan mata sana, putih menjulang terlihat. Laksana jatuh dari langit dan menghujam bumi. Di sekitarnya pepohonan rimbun semakin menambah sejuk lokasi wisata itu. Paduan hawa sejuk, alam yang asri, dan panorama memikat. Sejak lama air terjun Curug Cigamea telah memesona banyak wisatawan yang datang ke Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebenarnya ada enam curug atau air terjun di kawasan ini yang dijadikan obyek wisata. Namun Curug Cigamea menjadi primadonanya. “Bisa buat orang terpesona,” kata Ismanto (34), warga setempat yang juga pengelola obyek wisata ini.

Selain menawarkan pemandangan yang indah, akses menuju Curug Cigamea tergolong mudah. Dari keenam curug yang ada di kawasan tersebut, Curug Cigamea berlokasi paling dekat dengan pintu masuk KTNGHS dari arah Desa Cibatok.

Jadi bisa dibilang obyek wisata Curug Cigamea tergolong mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor. Bahkan Rifan (20), salah satu pengunjung asal Tangerang, datang ke Curug Cigamea dengan naik motor. “Naik motor tiga jam dari Tangerang,” katanya saat ditemui di Curug Cigamea,

Ia menuturkan Curug Cigamea menjadi tempat yang cocok melepas penat setelah sibuk bekerja di perkotaan. Saking jatuh cinta pada Curug Cigamea, ia sudah datang sampai lima kali, walau harus berjalan kaki turun naik.

Dari pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, pengunjung memang harus berjalan menuruni jalan undakan untuk mencapai air terjun. Tenang saja, jalanan setapak itu sudah berbatu, bukan jalan tanah.

Tidak terlalu jauh, sekitar 700 meter. Jika jalan santai hanya 10 menit sudah sampai di air terjun. Di perjalanan, siap-siap bertemu dengan satwa hutan seperti monyet. Lalu pepohonan hijau di sejauh mata memandang.

Perjalanan semakin terbayar sesampai di air terjun. Ada dua air terjun yang menyambut yaitu pertama Curug Cimudal. Di sebelahnya Curug Cigamea. Berjalanlah ke dekat air terjun dan rasakan percikan air. Benar-benar menyegarkan. Berenang menjadi alternatif lain.

“Tapi berenangnya di Cimudal, bawahnya dangkal jadi boleh berenang. Kalau Curug Cigamea itu dalam, tidak boleh berenang,” kata Ismanto.

Di musim hujan, pengunjung juga perlu waspada batu yang jatuh dari aliran Sungai Cigamea. Menurut Ismanto, debit air di air terjun ini relatif stabil sepanjang tahun. Bahkan di musim kemarau pun air tidak berkurang.

Setelah asyik berfoto atau bersantai di air terjun, pengunjung bisa menyeruput kopi sambil menikmati camilan di warung sekitar. Ada lebih dari 20 warung di area obyek wisata ini. “Semua warung dikelola penduduk desa sini,” kata Ismanto.

Obyek wisata Curug Cigamea memang dikelola langsung oleh masyarakat Desa Gunung Sari dalam wadah sebuah koperasi. Mulai dari petugas loket, penginapan, warung, hingga kebersihan, menjadi garapan penduduk desa tersebut.

Tiket masuk ke obyek wisata seharga Rp 7.500 per orang, masuk ke kas desa, koperasi, maupun pemeliharaan obyek wisata. Ismanto mengakui ada banyak pembenahan yang diperlukan. “Mushala dan toilet akan kami rapikan. Nantinya juga ada rencana warung-warung ditempatkan di satu tempat agar rapi,” tuturnya.

Selain tiket masuk obyek wisata, pengunjung juga sebelumnya dikenakan tiket masuk KTNGHS seharga Rp 5.000 per orang. Jangan lupa, saat naik kembali ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, bersantai-santai sambil berbelanja dan makan. Di sepanjang jalan undakan juga ada warung dan toko suvenir. Jadi saat berjalan menanjak lakukan pelan-pelan. Jika mulai terasa pegal, bisa coba terapi fish spa. Cukup Rp 5.000 untuk merasakan sensasi terapi spa dengan ikan.

Di akhir pekan, jangan lewatkan mencoba flying fox dengan tiket Rp 20.000 untuk menikmati panorama Curug Cigamea dari ketinggian. Sebuah sensasi terbang menuju si putih menjulang. Cocok untuk penyuka tantangan karena desiran air terjun menghujam bumi bisa menambah debaran ketegangan.

Obyek wisata Curug Cigamea berada di dalam KTNGHS, tepatnya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dari Stasiun KA Bogor bisa naik angkot 03 ke arah Terminal Cibubulak. Lalu naik angkot 05 ke arah Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok kemudian disambung lagi angkot 59 sampai ke titik terakhir. Lalu lanjutkan naik ojek ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea.

Penginapan sederhana tersedia di kawasan Curug Cigamea. Pilihan lain ada berbagai vila dan wisma ada di dalam KTNGHS. Obyek wisata ini buka pukul 07.00 sampai 17.30. Saat hujan, pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Curug Cigamea.

(kompas.com)