ADA POLITISI KABUPATEN BOGOR BEKINGI GURANDIL

by -24 views

gurandilKerugian Rp22 triliun yang dialami perusahaan negara PT Antam menguak fakta baru. Salah satu politisi di Kabupaten Bogor terlibat dalam suburnya bisnis penambangan emas liar alias gurandil ini. Kabarnya, ia mulai ketar-ketar karena bakal
berurusan dengan polisi.
Sumber Metropolitan di Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menyebut jika aksi gurandil selama puluhan tahun itu tak lepas dari campur tangan politisi di Kabupaten Bogor. Figurnya, kata sumber itu, cukup dikenal masyarakat di kawasan Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor (UBPE) Gunungpongkor, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Politisi itu disebut-sebut memiliki beberapa lubang galian emas ilegal yang menghasilkan uang puluhan juta rupiah dalam sekali penambangan. ”Ya, kami sudah kantongi namanya. Dia terlibat karena punya tiga sampai enam lubang di Pongkor,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.
Selama ini, lanjut dia, kepolisian baru bisa menangkap basah para gurandil yang sedang mengeruk emas di penambangan Antam. Sehingga dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk mengungkap oknum yang membekingi aksi gurandil ini. ”Secepatnya kami akan panggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
General Manager PT Antam I Gede Gunawan mengatakan, penambangan emas ilegal itu telah berlangsung sejak 1998. ”Potensi kerugian PT Antam bisa mencapai Rp1 triliun per tahun akibat pencurian tersebut,” katanya.
Ia juga sempat melakukan perhitungan potensi kerugian, yakni pada 2012-2013, bahwa PT Antam mengalami kerugian kehilangan potensi kehilangan cadangan emas sekitar 1,6 ton emas atau jika diuangkan mencapai Rp801 miliar. Menurut Gede, gurandil juga merusak lingkungan yakni dengan mencemari aliran Sungai Cikaniki yang melintasi kawasan PT Antam. “Para gurandil menggunakan pengolahan ekstraksi emas sianida,” katanya.
Sebelumnya, Satuan Tugas Pengamanan Penambangan Tanpa Izin (TEPI) menutup 117 lubang galian ilegal gurandil. Selain itu, petugas gabungan juga menertibkan 3.803 mesin gelundungan emas serta 445 bangunan. Petugas juga sudah menutup lima akses jalan gurandil di Kampung Pasirpasang, Bantarkaret, Gudanghandak, Pongkor, Blok Cepak Puspa di Desa Cisarua dan Kampung Kopo Desa Malasari.

(Metropolitan.id)