Hangatnya Baso Kelapa ala Bandung

by -10 views

baksoPERTAMA kali mendengar kuliner baso kelapa dari seorang teman sedikit bingung. Bagaimana sebutir buah kelapa dijadikan menu utama sajian baso. Seminggu yang lalu seorang temanpun mengajak berkunjung untuk membuktikan langsung ke sebuah sentra kuliner berbentuk ruko di Jalan Parakan No 999 persis di pertigaan arah Antapani.
Tiba di halaman ruko tersebut terlihat beberapa orang melangkah meninggalkan meja. Di atas meja tersebut terlihat beberapa butir kelapa utuh yang dipapas bagian atasnya dan berfungsi sebagai mangkuk. Dalam benak saya lalu terbayang mungkin ini yang namanya baso kelapa atau pemilik kedai memberi nama chocoball.
Kedai yang berkapasitas 100 orang ini ternyata tak hanya menyajikan baso kelapa, jajanan khas Bandungpun ada. Hal tersebut terlihat dari spanduk warna kuning yang bertuliskan batagor, siomay, dan jajanan khas lainnya. Setelah memilih tempat duduk, pemilik kedai, Nadia Budi Adijanto, langsung menawarkan menu spesial baso kelapa.
Sebuah sajian yang memang menjadi andalan kedai yang diberinama Onnashaka ini. Sambil menunggu sajian baso kelapa dibuat, di luar terlihat keramaian lalulintas. Kedai ini bisa ditempuh dari Jalan Soekarno Hatta dengan belok kiri di seberang Metro, atau dari arah Gedebage Parakan, dan dari Antapani.
Tak lebih dari 10 menit, Nadia keluar dari dapur dengan membawa sebutir kelapa hijau yang telah dipapas bagian atasnya. Sebuah piring melengkapi alas bagian bawah. Ada perasaan berbeda ketika memegang kulit kelapa yang biasanya dingin tapi ini hangat. Beberapa butir baso pun bercampur bersama dengan irisan bawang bombay yang terlihat pertama kali. Tak hanya sampai di situ, kuah panaspun berisi beragam rempah seperti cengkeh, jahe, sereh, dan rempah lainnya.
Satu dua kali suap sudah terasa, agak sedikit berbeda dengan kuah baso pada umumnya. Rasa hangat sedikit mendominasi, namun ada rasa asem seger dan rasa rempah lainnya yang bersatu dalam kuah baso tersebut. Sedikit mirip kuah tomyam namun ini terasa lebih hangat di tenggorokan.
Efek rempah jahe yang diiris tipis menjadi penyebab hangatnya agak lama di tenggorokan. Kendati demikian rasa gurih tetap ada, apalagi jika kita sudah menyantap basonya. Kuahnya menjadi faktor penting dalam penyajian baso kelapa ini. Karena pemilik kedai mengaku telah menemukan komposisi tepat agar kuah baso ini khas dan berbeda dengan kuah baso pada umumnya.

Di sini juga disarankan agar mengorek sedikit daging kelapa mudanya lalu mengaduk kuahnya yang juga bisa memberikan rasa baru di lidah.
Tak sadar hingga serokan terakhir, baso kelapa pun tak bersisa lagi. Sebelum merapikan meja saya sempat bertanya cara pembuatan baso kelapa ini kepada pemilik kedai. Ia pun tak keberatan untuk menjelaskan proses pembuatan baso kelapa yang sudah mendapat pelanggan tetap ini.
Ia menceritakan bahan terpenting ternyata buah kelapanya itu sendiri. Tak ada yang dibuang dari buah kelapa tersebut.
Air kelapanya ternyata menjadi bahan utama pembuatan kuah baso. Nadia telah menemukan kelapa muda yang pas untuk dijadikan kuah. Tidak terlalu muda, dan tidak terlalu tua. Kira-kira ia menyebut hal untuk umur kelapa yang cocok dijadikan kuah baso. Hal lainnya tentu adalah rempah-rempah, dan sedikit bumbu rahasia yang menjadi pembeda di kedainya.
Pertama memperkenalkan baso kelapa, ia mengupload gambar chocoball di media sosial instagram. Sejak itu beberapa netizen mulai tertarik dan menjadi pelanggan setianya. Mendapat respon positif ia melakukan beberapa terobosan lainnya dalam menu tersebut.
Nadia memang sudah lama menggeluti kuliner baso, inspirasi membuat baso kelapa ia temukan ketika harga daging sapi saat itu meroket. Ia lantas berpikir bagaimana caranya agar pelanggannya tak bosan dan tetap menjadi pelanggan setianya. Dengan melakukan beberapa percobaan sederhana di dapurnya, ia pun melakukan beberapa sampling untuk kuah baso.
Pertama ia membuat kuah dari bahan biasa dengan mencampurkan beberapa bahan, namun saat itu ia merasa kurang puas dengan rasa kuahnya. Alhasil ia membuat kuahnya dari air kelapa dan iapun menemukan komposisi tepat.
Beberapa teman dekat dan keluarga menjadi yang pertama dalam mencoba menu tersebut. Reaksi positifpun ia dapatkan dan keluarga yang menyarankan agar menu tersebut menjadi menu baru dari kedai kuliner miliknya. Penasaran dengan rasa baso kelapa? datang dan tes langsung aja ke Jalan Parakan 999, apalagi anda pencinta kuliner baso pasti rugi jika melewatkan menu baru ini.

(Tribunnews)