Kekurangan Dana, Nikah di KUA Jadi Pilihan Pasangan di Depok

by -
by
Kekurangan Dana, Nikah di KUA Jadi Pilihan Pasangan di Depok

Pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Menjadi Pilihan Banyak Pasangan

Nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) kini menjadi pilihan banyak pasangan calon pengantin yang ingin menggelar pernikahan dengan sederhana dan hemat. Tidak memerlukan pesta mewah atau biaya yang besar, banyak pasangan memilih KUA sebagai tempat melangsungkan akad nikah.

Di Kecamatan Cimanggis, Depok, jumlah pasangan yang menikah di KUA terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, tercatat ada 244 pasangan yang menikah di kantor KUA. Meskipun angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang menikah di luar kantor KUA yang mencapai 636 pasangan. Di 2024, jumlahnya turun sedikit menjadi 226 pasangan, dan hingga November 2025, terdapat 199 pasangan yang memilih KUA sebagai tempat akad nikah.

Penghulu KUA Kecamatan Cimanggis, Renandi Wirafitra menjelaskan bahwa nikah di kantor KUA tidak dipungut biaya apapun. Namun, ada ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu pelaksanaannya hanya dilakukan pada hari dan jam kerja saja. Sementara itu, jika pasangan memilih menikah di luar kantor KUA dengan memanggil penghulu, terdapat biaya resmi sebesar Rp600 ribu. “Cuma pelaksanaannya harus di luar kantor dan di luar jam kerja,” kata Renandi saat ditemui, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga:  Bobon Santoso Masak 10 Ribu Porsi Sehari untuk Bantu Korban Banjir Padang, Ini Lokasinya

Sementara itu, syarat dan pendaftaran nikah baik di kantor KUA maupun di luar tidak berbeda. Calon pengantin Nabil (38) dan Aisyah (23) memilih menikah di kantor KUA karena beberapa pertimbangan. Aisyah menilai, nikah tidak harus mewah, yang terpenting adalah terciptanya keluarga yang harmonis dan saling cinta. “Nikah yang penting sah Bang, nanti uang pestanya ditabung saja,” katanya.

Aisyah juga membenarkan bahwa tidak ada biaya sama sekali saat melaksanakan akad nikah di kantor KUA. “Gratis, paling kita nanti syukuran kecil-kecilan di rumah,” ungkapnya. Bahkan, Nabil dan Aisyah hanya mengalokasikan dana di bawah Rp10 juta untuk pernikahannya. “Soal anggaran adalah, di bawah Rp10 juta, tapi itu di luar mahar,” tutupnya.

Perbedaan Pendapat Antara Pasangan Pengantin

Tidak semua pasangan memilih nikah di kantor KUA. Iskandar (25) dan Balqis (24) memilih menggelar pesta pernikahan dan enggan menikah di KUA. Iskandar beralasan bahwa pernikahan merupakan momen spesial dalam hidup yang patut dirayakan. “Kita rencananya nikah di gedung, bagaimanapun ini momen berharga,” katanya.

Baca Juga:  Jumat, PNS Jawa Barat Wajib Bersepeda ke Kantor

Untuk menyiapkan pesta pernikahan, Iskandar dan calon istri sudah menyiapkan jauh-jauh hari. Namun, mereka enggan menyebutkan nominal biaya yang disiapkan untuk melaksanakan pesta pernikahan. “Kalau soal rincian anggaran, adalah pokoknya,” jawabnya sambil tertawa kecil.

Keuntungan Nikah di KUA

Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari nikah di KUA antara lain:

  • Biaya Gratis: Tidak ada biaya yang dikenakan selama prosesi akad nikah dilakukan di kantor KUA.
  • Proses Sederhana: Syarat dan prosedur nikah di KUA tidak terlalu rumit, sehingga memudahkan pasangan yang ingin cepat menikah.
  • Hanya Dilakukan di Jam Kerja: Proses akad nikah hanya dapat dilakukan pada hari dan jam kerja, sehingga memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak.

Kesimpulan

Pernikahan di KUA kini menjadi pilihan banyak pasangan yang ingin menghemat biaya tanpa mengurangi kesakralan acara. Dengan biaya gratis dan prosedur yang sederhana, banyak pasangan memilih KUA sebagai tempat melangsungkan akad nikah. Namun, beberapa pasangan tetap memilih menggelar pesta pernikahan yang lebih meriah, meskipun membutuhkan biaya yang lebih besar. Setiap pasangan memiliki alasan sendiri dalam memilih cara pernikahan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

Baca Juga:  Pengakuan Bojan Hodak dan Marc Klok Usai Persib Lolos ke AFC Champions League Two

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.