Tiga Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Kayakas Lebak

by -
Tiga Wisatawan Hilang Terseret Arus Pantai Kayakas Lebak

Kejadian Mencemaskan di Pantai Kayakas Pulo Manuk

Pada hari Selasa (24/3) sore, tiga orang wisatawan asal Depok terlibat dalam kecelakaan laut yang mengakibatkan satu korban hilang. Peristiwa ini terjadi saat mereka sedang berenang di Pantai Kayakas Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Dua dari korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya dinyatakan hilang.

Korban yang hilang adalah Dendi Darmawan, 22 tahun, warga Kampung Cilangkap, RT 03/14, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Sementara dua korban lainnya, Afis, 19 tahun, dan Dwi, 23 tahun, berhasil selamat setelah dievakuasi oleh petugas.

Upaya Penyelamatan yang Dilakukan

Menurut informasi dari Kasubsi Siaga dan Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten, Rizky Dwianto, pihak Basarnas telah mengerahkan tim rescue untuk melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. Ia menyampaikan harapan bahwa korban bisa segera ditemukan dalam waktu dekat.

“Kami berharap malam ini korban kecelakaan laut bisa ditemukan,” ujar Rizky di Lebak, Selasa.

Tim SAR langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Jhon, anggota Madur Rescue pada pukul 18.52 WIB. Menurut laporan awal, kejadian bermula sekitar pukul 16.45 WIB ketika tiga orang remaja sedang berenang di sekitar pantai sambil mengejar bola yang terbawa arus ke tengah laut.

Baca Juga:  Menteri PPPA pastikan mengawal penanganan kekerasan seksual pada anak di Cianjur

Dendi, salah satu korban, diduga kelelahan dan terseret arus saat berada di tengah laut. Afis, temannya, sempat mencoba menolong, tetapi upaya penyelamatan gagal karena kondisi korban yang cukup berat dan arus yang semakin kuat. Akhirnya, Afis kembali ke daratan dengan bantuan perahu nelayan, sementara Dwi berhasil mencapai tepi pantai lebih dahulu.

Proses Pencarian yang Terus Berlangsung

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR menggunakan rescue car dan peralatan SAR air. Operasi pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Rizky Dwianto juga menyerukan kepada para wisatawan untuk mematuhi aturan yang ditetapkan pengelola destinasi wisata. Salah satu aturan penting adalah tidak berenang melebihi bendera merah, karena daerah tersebut rawan terhadap kecelakaan laut.

  • Wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti panduan yang diberikan oleh pengelola.
  • Penggunaan alat pelampung atau perlengkapan keselamatan sangat disarankan.
  • Jangan berenang di area yang dilarang atau di luar batas yang ditentukan.

Pentingnya Kesadaran akan Bahaya Laut

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para wisatawan agar lebih waspada dan memahami risiko yang ada saat berada di lingkungan laut. Khususnya di lokasi wisata yang memiliki kondisi alam yang dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga:  Omah Seblak Karangtengah, Kuliner Pedas Favorit Warga Cilongok dengan Toping Tulang dan Ceker

Selain itu, penting bagi pengelola wisata untuk memberikan edukasi dan informasi tentang bahaya laut kepada pengunjung. Dengan demikian, keselamatan wisatawan dapat terjaga secara maksimal.

Operasi pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan. Semoga dalam waktu dekat, korban bisa segera ditemukan dan kembali bersama keluarganya.