Kontes Cupang Manson Series 13 Memeriahkan HUT Kota Depok
Kontes Cupang Manson Series 13 digelar di Lobby Gedung Dibaleka 2 Balai Kota Depok pada Sabtu (25/04/26). Ajang ini berlangsung dari tanggal 24 hingga 26 April dan diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok. Selain itu, kontes ini juga memperebutkan Piala Wali Kota Depok serta hadiah total sebesar Rp 50 juta.
Ribuan ikan cupang dari berbagai daerah turut serta dalam kontes berskala besar yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok. Tak tanggung-tanggung, ajang bergengsi ini sukses menarik partisipasi luar biasa dengan total 1.310 ekor ikan cupang yang siap unjuk gigi.
Banyak jenis ikan cupang ditampilkan dalam kontes ini, mulai dari halfmoon, plakat, blue rim, hingga koi atau multicolor. Ikan-ikan tersebut dinilai menggunakan tiga standar penilaian, yaitu International Betta Contest (IBC), Standar Nasional Indonesia (SNI), serta kategori kolektor.
Untuk menjaga mutu dan standar kualitas kompetisi, panitia mengundang juri-juri profesional, termasuk dari luar negeri. Kepala Bidang Perikanan DKP3 Kota Depok, M. Nur Hidayat, menegaskan pentingnya akurasi dalam kontes ini. Pengumuman para pemenang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (26/4/2026) siang, sekitar pukul 13.00 WIB.
“Kita ada juri dari Malaysia untuk memastikan penilaian berjalan objektif dan sesuai standar,” ujar Hidayat seperti dikutip dari berita.depok.go.id, Minggu (26/4/2026).
Kehadiran Wali Kota Depok pada acara puncak juga sangat diharapkan oleh penyelenggara sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor perikanan hias di kota tersebut.
Tiga Standar Penilaian Ketat: Dari IBC hingga Kelas Kolektor
Rivalitas dalam kontes ini diatur melalui sistem penjurian yang sangat rinci. Ketua Panitia Kontes, Raka Adiputra, mengungkapkan bahwa ribuan ikan yang berpartisipasi dibagi ke dalam tiga kelas utama dengan ratusan kategori.
Dari total 1.310 peserta, sebanyak 702 ekor bertarung di kelas International Betta Contest (IBC), 359 ekor di kelas Standar Nasional Indonesia (SNI), dan 249 ekor masuk dalam kategori kolektor. Kategori yang dilombakan pun sangat beragam, mulai dari dark solid, light solid, metallic, light metallic, hingga variasi warna spesifik lainnya.
Untuk menyeleksi seluruh ikan tersebut, panitia menyiagakan 10 orang juri ahli yang terdiri dari empat juri nasional, lima juri standar IBC, dan satu juri khusus kelas kolektor. “Secara umum, penilaian meliputi warna, anatomi tubuh, serta kondisi fisik ikan secara keseluruhan, termasuk mata, sirip, dan proporsi tubuh,” jelas Raka merinci indikator penilaian.
Rangkaian adu visual ikan cupang ini memakan waktu selama tiga hari penuh. Rangkaian dimulai sejak Jumat untuk proses fish in (pemasukan ikan), dilanjutkan dengan proses penjurian maraton pada Sabtu, dan bermuara pada pengumuman pemenang sekaligus pengambilan ikan di hari Minggu.
Pentingnya Kontes bagi Komunitas Ikan Hias
Bagi komunitas pecinta ikan hias, ajang ini menjadi bukti bahwa eksistensi ikan cupang masih terus berkembang dengan daya tarik yang tinggi. “Kontes ini diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus mendorong peningkatan kualitas ikan hias, khususnya cupang, di Kota Depok dan Indonesia secara umum,” tutupnya.







