Wali Kota Bandung Ancam Pecat Penyapu Jalan Terlambat, 1.500 Petugas Dievaluasi

by -
by
Wali Kota Bandung Ancam Pecat Penyapu Jalan Terlambat, 1.500 Petugas Dievaluasi

Wali Kota Bandung Tegaskan Sanksi Pemecatan bagi Penyapu Jalan yang Terlambat

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengambil langkah tegas terhadap kinerja petugas penyapu jalan yang tidak disiplin. Ia menegaskan bahwa setiap petugas yang terlambat tiga kali akan dipecat sebagai bentuk sanksi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kerja dan memastikan kebersihan kota tetap optimal.

Saat ini, Pemkot Bandung memiliki sekitar 1.500 petugas penyapu jalan. Namun, kinerja mereka dinilai masih kurang efektif karena sering tidak tepat waktu. Banyak dari mereka tidak hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu mulai pukul 04.00 WIB agar jalan bersih sebelum pukul 06.00 WIB. Kondisi ini menyebabkan kebersihan kota belum mencapai standar yang diharapkan.

Farhan menjelaskan bahwa keterlambatan berulang tidak akan ditoleransi. Ia menegaskan bahwa setiap petugas yang terlambat tiga kali akan diberhentikan. “Makanya akan diberikan sanksi nanti (penyapu jalan) tiga kali terlambat kita berhentikan,” ujarnya saat ditemui di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga:  Strategi Jangka Panjang Menuju World Class University pada Tahun 2035

Di sisi lain, masalah kebersihan Kota Bandung juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi disebut turut merespons kondisi tersebut dengan menawarkan dukungan penambahan tenaga kebersihan di sejumlah titik jalan provinsi yang melintasi kota.

Farhan menuturkan bahwa koordinasi dengan Pemprov Jabar terus berjalan, termasuk pelibatan aparat hingga perangkat wilayah untuk turun langsung ke lapangan setiap akhir pekan. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Sejak saya berkomunikasi dengan beliau di Lembur Pakuan, beliau nanya, tukang sapu bagaimana?” kata Farhan menirukan Dedi Mulyadi.

Upaya bersama tersebut kemudian diwujudkan melalui penempatan petugas di puluhan titik yang terus diperluas cakupannya. Dari uji coba awal di 46 titik, kini ditingkatkan menjadi 181 titik dengan pelibatan lintas unsur pada Minggu dini hari. “Kemarin kita coba 46 titik, saya masih kurang puas. Besok hari Minggu kita akan coba di 181 titik,” ujarnya.

Farhan menegaskan, kolaborasi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebersihan kota secara menyeluruh. Ia juga memastikan komunikasi dengan Gubernur tetap terjaga agar upaya mewujudkan kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman dapat terus ditingkatkan.

Baca Juga:  PPATK : Ada Dugaan Caleg Dibiayai dengan Uang yang Dicuci di Luar Negeri

Langkah-Langkah yang Diambil untuk Meningkatkan Kebersihan Kota

  • Pemecatan petugas penyapu jalan yang terlambat tiga kali.
  • Koordinasi dengan Pemprov Jabar untuk menambah tenaga kebersihan di sejumlah titik.
  • Pelibatan aparat dan perangkat wilayah untuk turun ke lapangan setiap akhir pekan.
  • Uji coba penempatan petugas di 46 titik, yang kemudian ditingkatkan menjadi 181 titik.
  • Konsistensi komunikasi antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar untuk memastikan kebersihan kota meningkat.

Peran Petugas Penyapu Jalan dalam Menjaga Kebersihan Kota

Petugas penyapu jalan memainkan peran penting dalam menjaga kebersihan kota. Mereka bertugas membersihkan jalanan agar tetap rapi dan nyaman bagi warga. Namun, banyak dari mereka yang tidak hadir sesuai jadwal, sehingga efektivitas kerja mereka rendah. Hal ini menyebabkan kebersihan kota tidak optimal.

Dengan adanya sanksi pemecatan, diharapkan para petugas lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, penambahan tenaga kebersihan dan koordinasi dengan pihak lain juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan.

Tantangan dalam Menciptakan Kota yang Bersih

Meskipun ada upaya-upaya yang dilakukan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah memastikan semua petugas menyadari pentingnya tugas mereka. Selain itu, pengawasan terhadap kinerja petugas juga harus dilakukan secara berkala agar tidak ada yang mengabaikan tanggung jawabnya.

Baca Juga:  Resep Dawet Tanpa Santan: Takjil Sehat dengan Kalori dan Gula Rendah

Selain itu, partisipasi masyarakat juga sangat penting. Mereka harus sadar bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat sendiri. Dengan kesadaran bersama, harapan untuk kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bisa tercapai.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.