JABARMEDIA – Proses perbaikan rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terus dikebut. Tujuannya adalah memastikan kesiapan arena untuk pertandingan Persib Bandung melawan Manila Diggers. Laga playoff Asia Champions League Two (ACL 2) itu akan digelar pada 31 Agustus 2026. Upaya ini menjadi prioritas mengingat pentingnya pertandingan tersebut bagi perjalanan klub. Manajemen berkomitmen tinggi untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa pengerjaan perbaikan stadion tidak dilakukan secara mandiri. Pihaknya bekerja sama dengan kontraktor terpilih melalui proses tender.
“Manajemen Persib tidak mengerjakan sendiri. Kami bekerja sama dengan salah satu kontraktor,” ujar Adhitia pada Minggu, 9 Agustus 2026.
“Ini perlu diluruskan juga kepada khalayak.” Ia menambahkan, kontraktor yang ditunjuk merupakan hasil seleksi. Mereka terpilih dari beberapa penawar yang mengajukan diri terlibat dalam perbaikan GBLA.
Adhitia juga mengungkapkan adanya perubahan jadwal penyelesaian. “Berdasarkan jadwal, pengerjaannya seharusnya selesai tanggal 12 atau 14 Agustus. Tinggal menunggu rumputnya tumbuh merata ke seluruh lapangan,” tuturnya.
“Namun, qadarullah, ternyata mundur ke tanggal 31. Ada waktu sekitar dua minggu supaya rumputnya benar-benar nyaman.” Meskipun ada penyesuaian jadwal, proses perbaikan GBLA diklaim berjalan sesuai rencana dan terus dipantau secara rutin oleh manajemen Persib.
Upaya Peningkatan Fasilitas dan Standar Internasional
Manajemen Persib berharap stadion dapat siap sepenuhnya sebelum tanggal 31 Agustus 2026, atau sebelum babak playoff dimulai.
“Mudah-mudahan sebelum tanggal 31 atau sebelum playoff sudah siap digunakan,” jelas Adhitia. “Fasilitas lain juga sudah masuk perencanaan. Tentunya, hal itu akan dilakukan secara bertahap. Fasilitas bukan sesuatu yang semalam jadi. Ini harus dipikirkan matang dan direncanakan untuk jangka panjang.”
Proses melengkapi fasilitas ini, menurut Adhitia, memerlukan tahapan yang tidak instan. Manajemen selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi kepentingan tim dan pemain, meski harus melewati prosedur administratif yang kompleks. Perbaikan Stadion GBLA ini merupakan bagian dari usaha. Tujuannya adalah menyesuaikan stadion dengan standar operator ACL 2. Ini juga sekaligus menjawab harapan para Bobotoh. Tidak hanya lapangan, beberapa titik seperti tribun penonton juga diperbaiki demi kenyamanan suporter.
Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina, menegaskan pentingnya peran Bobotoh sebagai kontrol kualitas bagi manajemen Persib.
“Kritik, saran, atau suara yang berkembang adalah bentuk kecintaan Bobotoh bagi Persib,” ucap Tobias. Hal ini menunjukkan sinergi antara manajemen dan suporter dalam mewujudkan stadion yang representatif dan nyaman.
Manajemen Persib terus berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan dan peningkatan fasilitas Stadion GBLA. Hal ini demi mendukung performa tim serta kenyamanan seluruh pihak yang terlibat. Langkah ini adalah bagian dari visi. Tujuannya menjadikan GBLA sebagai stadion berstandar internasional yang membanggakan Jawa Barat.







