JABARMEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merespons cepat musibah kebakaran di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin, 10 Agustus 2026. Musibah ini melanda Jalan Jembatan Opat, RT 03 RW 06. Kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan serta penyaluran bantuan kepada para korban.
Wakil Wali Kota Erwin didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lurah, Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Musibah ini berdampak pada empat kepala keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Kebakaran menyebabkan kerugian materiil signifikan, termasuk uang dan perhiasan, yang ludes terbakar.
“Ini satu rumah diisi oleh empat keluarga. Tadi katanya perhiasan dan uang semuanya terbakar. Tetapi alhamdulillah masyarakat juga ikut membantu,” ujar Erwin, mengapresiasi respons cepat warga sekitar.
Erwin menekankan pentingnya semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat dalam menghadapi musibah. Menurutnya, kepedulian dari lingkungan sekitar menjadi kekuatan utama bagi warga terdampak untuk bangkit kembali. Pemkot Bandung berkomitmen untuk hadir dan membantu warganya dalam situasi sulit seperti ini.
Upayakan Bantuan Hunian Layak
Pemerintah Kota Bandung memastikan akan mengupayakan bantuan agar warga dapat kembali memiliki hunian yang layak. Lahan rumah yang memiliki sertifikat membuka peluang untuk diusulkan masuk dalam program rehabilitasi atau bedah rumah. Program ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi keluarga korban.
“Pemerintah Kota Bandung pasti akan selalu hadir di saat keluarga mengalami musibah. Mudah-mudahan kami bisa secepatnya membangunkan kembali rumah ini dibantu oleh DPKP. Karena tanahnya punya sertifikat, alhamdulillah bisa masuk ke program bedah rumah. Kekurangannya nanti insyaallah dibantu dari Baznas,” jelas Erwin, memberikan harapan kepada warga.
Selain rencana pembangunan kembali hunian, Pemkot Bandung juga telah menyalurkan dukungan awal berupa bantuan sosial melalui Dinas Sosial. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan. Erwin berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang terdampak.
Wakil Wali Kota juga memberikan bantuan uang secara langsung kepada warga korban kebakaran Maleer. “Intinya saya meyakini bahwa di sini hidup gotong royongnya, saling membantu. Tidak mungkin ada yang kesulitan kemudian dibiarkan,” tambahnya, menegaskan kembali nilai kebersamaan.
Imbauan Kewaspadaan Kebakaran
Pada kesempatan yang sama, Erwin mengingatkan seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah. Ia menyoroti dua penyebab utama yang kerap menjadi pemicu kebakaran, yaitu penggunaan kompor gas dan instalasi listrik.
Warga diimbau untuk rutin memeriksa jalur kabel listrik, terutama pada rumah yang berusia lebih dari 10 tahun. Selain itu, pastikan peralatan memasak dan jaringan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Pertama, kebakaran itu biasanya dari dua hal, kompor gas dan listrik. Kita harus rutin memeriksa jalur kabel, apalagi kalau rumah sudah berusia lebih dari 10 tahun,” tegasnya.
Erwin juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas LPG 3 kilogram. Potensi kebocoran atau kesalahan penggunaan tabung gas dapat memicu insiden yang tidak diinginkan. Ia menekankan pentingnya kebiasaan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum beraktivitas di luar rumah, seperti memastikan kompor dan aliran gas telah dimatikan.
“Kewaspadaan itu penting. Sebelum pergi, periksa dulu kompornya, gasnya. Kita harus hati-hati,” tuturnya. Erwin berharap musibah di Maleer ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap aspek keselamatan rumah tangga dan terus memperkuat semangat kepedulian serta gotong royong di lingkungan masing-masing.









