Indonesia Diharapkan Kirim Tenaga Ahli Pertanian ke Gambia

by -4 views

Dubes Andradjati (kanan) dan Presiden Zambia

Jakarta Presiden Gambia Sheikh Alhajj Yahya AJJ Jammeh berharap pemerintah Indonesia dapat membantu mengatasi persoalan pertanian yang tengah mereka hadapi. Pengiriman tenaga ahli pertanian merupakan salah satu jenis bantuan yang diharapkan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Yahya Jammeh saat bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Gambia, Andradjati. Pertemuan itu merupakan bagian dari kegiatan penyerahan credentials atau surat-surat kepercayaan atas penunjukan Andradjati selaku Dubes RI untuk Gambia.

“Gambia saat ini berupaya memperbaiki sistem pertaniannya setelah mengalami kegagalan panen pada tahun 2011. Untuk itu, Presiden Gambia mengharapkan Indonesia dapat membantu,” kata Dubes Andradjati dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Disebutkan Andradjati, Indonesia dan Gambia telah memiliki hubungan yang telah terjalin baik sejak lama. Pada tahun 2005 lalu, Presiden Yahya Jammeh juga sempat berkunjung ke Indonesia. Diharapkan hubungan tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya di bidang pertanian dan perdagangan bilateral.

“Presiden Yahya Jammeh juga menekankan pentingnya peningkatan perdagangan langsung antara kedua negara yang masih rendah. Gambia mengakui kualitas produk-produk buatan Indonesia, namun sayangnya saat ini produk Indonesia sebagian besar masih diimpor dari negara ketiga,” tukas Andradjati.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (19/7/2012) waktu Gambia tersebut, Andrajati berpendapat senada tentang pentingnya penguatan kerjasama dalam banyak hal antara kedua negara. Pada pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia telah mengirim tiga tenaga ahli pertanian ke Agriculture Rural Farmer Training Center (ARFTC) di Jenoi guna memberikan pelatihan dan penyuluhan bagi petani Gambia.

“Sementara pada tahun ajaran 2012, Pemerintah Indonesia telah menyetujui beasiswa bagi dua WN Gambia yang akan mengambil program pasca sarjana di Indonesia,” kata Andradjati.

Sumber : www.detik.com