Delapan Kab/Kota di Jabar Prioritas Dapat Bantuan Pengadaan Air

by -5 views

ilustrasi

Sebanyak delapan dari 16 kabupaten/kota di Jawa Barat yang terkena bencana kekeringan akan menjadi prioritas dalam pemberian bantuan. Ke delapan wilayah itu akan dibantu dengan tiga program yang keseluruhannya diupayakan untuk mendatangkan air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar Udjwalaprana Sigit mengatakan itu kepada wartawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Selasa (18/9/12). “Kita catatkan delapan wilayah yang sangat mendesak sekali. Delapan lagi menjadi prioritas kedua. Totalnya 16,” katanya.

Ia mengatakan, ke delapan wilayah itu adalah Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Bogor, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Bekasi, Kab. Garut, dan Kab. Sukabumi. Wilayah yang masuk prioritas kedua di antaranya Kab. Karawang dan Kab. Indramayu.

Menurut Sigit, untuk ke delapan wilayah prioritas itu, BPBDJabar akan melakukan kegiatan pengadaan air dengan tiga program. Pertama, membangun hidran umum di sekitar masyarakat yang ditujukan untuk pemukiman masyarakat yang sangat kekurangan air bersih. Air akan disuplai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Program kedua adalah membangun beberapa sumur artesisyang bisa digunakan masyarakat untuk jangka panjang. “Akan dibuat dua atau tiga sumur artesis di setiap kab/kota. Itu bisa digunakan untuk jangka panjang asalkan memperhatikan perawatan dan penggunaannya,” tuturnya.

Ketiga, ia menambahkan, adalah program menyiapkan pompa air untuk mengambil dan kemudian menaikkan sumber air. Pompa itu diharapkan bisa mengalirkan air ke beberapa tempat.

Sigit menyatakan, ketiga program itu akan dilaksanakan selama sebulan pada September sampai Oktober. “Hanya punya waktu satu bulan untuk melakukan ketiganya supaya hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Namun, saat ditanyakan mengenai anggaran, Sigit tidak menyebutkannya dan malah mengatakan angka untuk menentukan anggarannya belum ditemukan. Ia hanya mengatakan, jumlah yang dibutuhkan sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air di 16 wilayah itu.

Sebelumnya, catatan Dinas Pertanian Jabar menunjukkan bahwa bencana kekeringan terparah pada tahun ini terjadi di Kab. Sukabumi. “Biasanya kawasan pantai utara seperti Indramayu yang paling parah terkena kekeringan ketika musim kemarau. Tetapi tahun ini malah Kabupaten Sukabumi,” kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jabar Uneef Primadi, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, luas lahan pertanian di Kab. Sukabumi yang terkena kekeringan mencapai 7.553 hektare. Di Kab. Indramayu, kekeringan itu mencapai 7.345 hektare dan kemudian disusul Kab. Ciamis yang luas kekeringannya mencapai 5.049 hektare.

Pada musik kemarau tahun ini, Dinas Pertanian Jabar mencatat ada 59.181 hektare lahan pertanian yang terancam kekeringan. Namun, menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, wilayah yang sudah mengalami kekeringan sampai saat ini mencapai 30.000 hektare. (A-160/A-108)***

sumber:pikiran-rakyat.com