Bandung Kota Termacet Se-Jabar

by -6 views

Tidak terkendalinya jumlah kendaraan yang tidak didukung infrastruktur jalan membuat Kota Bandung mendapat julukan kota termacet se-Jawa Barat.

Berdasarkan kajian dan analisis Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar,tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Bandung tergolong paling parah dan paling sulit dikendalikan. Kasubdit Keamanan,Keselamatan, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamsal) Ditlantas Jabar AKBP Mohammad Tora mengatakan, sudah saatnya Kota Bandung melakukan rekayasa lalu lintas dan rekayasa birokrasi dalam manajemen sistem transportasi.

“Kemacetan di Kota Bandung memang paling parah di Jabar, disusul Kota Bogor,” ujarnya dalam diskusi manajemen transportasi yang digelar Jurusan Administrasi Negara Fisip Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung,kemarin. Ditlantas Polda Jabar tengah mengkaji formulasi yang tepat untuk menangani kemacetan lalulintas di Kota Bandung.“Konsep yang dikaji dengan berbagai stakeholder adalah bus wisata Bandung,”katanya.

Dia menjelaskan, konsep tersebut akan menjadi pesaing moda transportasi yang ada saat ini seperti halnya angkutan kota.Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki bus wisata,paradigma berpikir masyarakat diharapkan berubah dan mereka akan lebih memilih menggunakan bus wisata dibandingkan mobil pribadi maupun angkutan kota.“Bus wisata akan dilengkapi berbagai fasilitas dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang. Destinasinya pun sudah ditentukan dan sangat memerhatikan ketepatan waktu,” ujarnya.

Konsep bus wisata Bandung menjadi pilot projectdalam rekayasa sistem transportasi di Jabar yang mengacu sistem transportasi massal.Konsep tersebut nantinya terintegrasi dengan seluruh kota/kabupaten di Jabar,termasuk dengan Jakarta.Bus wisata Bandung akan menjangkau lokasistrategissepertipusatpemerintahan, bisnis,perumahan,sekolah, dan berbagai tempat lainnya. Konsep ini juga akan terintegrasi dengan sistem online traffic managementdi seluruh kota/ kabupaten.

“Ke depan,warga Kota Bandung bisa menikmati kotanya sendiri saat hari libur. Tidak seperti sekarang ini yang didominasi pendatang,” ucapnya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Riki Gustia dimengakui parahnya tingkat kemacetan di Kota Bandung. Kondisi tersebut akibat tidak terkendalinya jumlah kendaraan terlebih saat hari libur.Selain faktor tersebut, penyebab lain kemacetan di Kota Bandung akibat minimnya kesadaran masyarakat seperti parkir liar,pedagangkaki lima(PKL),hingga perilaku sopir angkutan umum yang menaikturunkan penumpang sembarangan.

“ Semua itu harus kita benahi dulu,”katanya. Sambil membenahi berbagai faktor penyebab kemacetan, Dishub berupaya menciptakan moda transportasi massal.Pengefektifan moda transportasi massal di Kota Bandung perlu didahulukan. Dishub juga akan terus menata ruas jalan agar lebih teratur,tertata baik,sehingga kemacetan bisa diatasi. Pengamat kebijakan publik Unpas Tomas Bustomi mengatakan, tidak sebandingnya jumlah kendaraan dengan infrastruktur jalan sebagai penyebab utama kemacetan di Kota Bandung.

Dia memprediksi jika tak ada upaya dari pemerintah, dalam 10 tahun ke depan lalu lintas di Kota Bandung akan mengalami stagnasi. Dengan jumlah penduduk Kota Bandung yang melebihi 3 juta jiwa,seharusnya Kota Bandung menjadi kota percontohan dalam pengembangan sistem transportasi. agung bakti sarasa

Sumber:seputar-indonesia.com